Miliki Segudang Prestasi,Prabumulih Tak berpuas Hati



PRABUMULIH, liputan sumsel- Meski telah banyak mendapat penghargaan tingkat Nasional dan Pengakuan beberapa lembaga tinggi Negara terkait pencapaian yang diraih Pemerintah Kota Prabumulih ternyata tidak membuat Walikota Ridho Yahya berpuas diri. Pemerintahan yang dikendalikannya bersama Wakilnya Andriansyah Fikri masih ternyata punya mimpi besar untuk memajukan Kota Bumi Seinggok Sepemunyian itu.

Dibincangi seusai meresmikan kegiatan pelatihan kecakapan kerja yang diselenggaran oleh Dinas Pendidikan Kota Prabumulih di gedung Kesenian siang tadi Jumat (23/09/2016), Ridho mengaku belum puas meski banyak pihak yang memuji Pemerintahannya.  

"Termasuk Gedung ini (Gedung Kesenian di Kawasan Rumah Dinas-red). Dulunya Gudang yang kesannya angker. Direnovasi sedikit saja sudah berubah menjadi gedung yang nyaman dan respentatif untuk melakukan kegiatan yang digelar oleh pemerintah Kota Prabumulih. Tercatat saat ini ada dua gedung yang sudah dimiliki oleh Pemerintah Kota Prabumulih untuk menggelar acara. Satunya Gedung Out Door yang saat ini sedang direnovasi dan Satunya lagi Gedung In Door yang kita tempati sekarang. Jadi apabila musim hujan, kegiatan bisa dilakukan di In door dan sebaliknya jika cuacanya bagus bisa menggunakan out door.Yang pasti, demi masyrakat, seluruh fasilitas sudah dilengkapi oleh Pemerintah" ujarnya.

Dikatakan, Yang tidak kalah penting yang perlu diketahui masyarakat adalah, Dengan adanya gedung kesenian ini, tercatat Kota Prabumulih 8 kali berturut-turut menjadi juara satu lomba seni di tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Jadi kalau dibidang seni, Kota Prabumulih tidak perlu lagi untuk diragukan, ujar Ridho Yahya.

Meski Kota Prabumulih masih berusia 14 tahun tapi bisa kita lihat kota ini telah mampu bersaing dengan Kabupaten Kota di Indonesia yang jauh usianya lebih tua dari Prabumulih. Secara Nasional Prabumulih telah dinobatkan menjadi Percontohan Gas Rumah Tangga se Indonesia oleh menteri ESDM RI. Dengan itu pula ditambah banyaknya prestasi yang telah diraih oleh Kota Prabumulih, Belasan daerah Kabupaten Kota di Indonesia tertarik untuk belajar menggelar studi banding ke Bumi Seinggok Sepemunyian.

Yang Kedua Kota Prabumulih juga mendapat Percontohan tingkat Nasional yang Insya Allah akan segera masuk dalam daftar Rekor Muri yakni membangun rumah tidak layak huni tanpa menggunakan APBD. 

"Pemerintah Kota Prabumulih mampu membangun dan membedah ratusan rumah tidak layak huni dengan nilai satu rumah sebesar Rp 30 juta untuk 10 rumah tiap bulannya tanpa sedikitpun mengeluarkan dana dari APBD maupun APBN" beber Ridho Yahya.

Kenapa ini bisa terwujud? tidak lain dan tidak bukan Karna Pemerintah Kota Prabumulih telah berhasil mengubah pola kerja Birokrasinya. Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan dengan Pola kerja yang benar. Maka jika Kota Prabumulih ingin maju harus siap merubah pola kerja lama menjadi baru. Dari yang "Biar lambat asal Selamat" menjadi "cepat, tepat, Selamat".

"Program bedah rumah total Pemerintah Kota Prabumulih dengan jumlah terbanyak tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN akan segera diusulkan ke museum rekor indonesia untuk mendapatkan pengakuan. Meski kita tahu rekor ini bukan tujuan utama kita karena tujuan sebenarnya adalah gerakan peduli sesama harus menjadi sebuah gerakan budaya yang masif bagi seluruh element masyarakat Kota Prabumulih untuk berbagi mengentaskan kemiskinan di Bumi Seinggok Sepumunyian" tegasnya.(ls/pp)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.