Ahmad Kabul SH: Pemuda Wajib Ambil Alih Kepemimpinan OKU?

Baturaja-liputansumsel- Sudah saatnya pemuda di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengambil kepemimpinan di Bumi Sebimbing Sekundang, mengingat OKU dalam kepemimpinan sepuluh tahun terakhir tidak banyak kemajuan yang dapat di banggakan.

Hal ini dikemukakan oleh tokoh pemuda OKU, Ahmad Kabul SH kepada insan pers, Minggu (22/9), sekitar pukul 11.30 wib di RM cepat Baturaja.

"Banyak tokoh pemuda OKU yang memiliki kemampuan intelektual, visi dan misi, dan SDM yang mumpuni untuk memimpin OKU pada tongkat estafet lima tahun kedepan, " ujarnya.

Sebagai Kabupaten tertua, yang telah melahirkan Kabupaten OKU Timur dan OKU Selatan, OKU dapat dikatakan kalah maju dengan dua daerah yang telah dilahirkannya. "Itu penyebabnya apa? karena OKU terlena sebagai Kabupaten tua dan  cara berpikir orang tua pemimpinnya sehingga OKU kalah maju dengan OKUT dan OKUS, " jelas Kabul yang sehari-harinya bergelut dengan profesinya sebagai pengacara.

Mestinya Kabupaten OKU harus dapat lebih maju dan berkembang pesat dari Kabupaten OKUT dan OKUS, baik bidang pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi kerakyatan, pembangunan SDM, dan hal lainnya yang dapat dibanggakan. "Namun sebagai pemuda saya melihat merasa prihatin pembangunan OKU jalan di tempat di tengah banyaknya potensi generasi pemuda OKU yang memiliki kemampuan leadership untuk membawa OKU melesat lebih maju kedepan, " ujar pengacara kondang ini menyayangkan.

Sebut saja ada banyak tokoh-tokoh pemuda di OKU ini yang memiliki kredibilitas dan kapasitas dan SDM yang mumpuni untuk memimpin OKU. "Ada Percha Leanpuri, Johan Anuar SH MM, Marjito Bachtiar ketua DPRD OKU, Parwanto, Medi Idris, Yudi wakil ketua DPRD OKU, Zaplin Ipani, Naning Wijaya, Dewantara SP, Yunior Ja'far, Elan Ketua PDI Perjuangan dan masih banyak tokoh pemuda OKU, " paparnya.

Kabul mengharapkan kepada semua elemen masyarakat OKU untuk melek mata mendukung tokoh-tokoh pemuda tersebut dalam pertarungan pemilihan kepala daerah pada pilkada tahun 2020. "Tinggal lagi bagaimana tokoh politik OKU yang memiliki peran sebagai pemegang legalitas mencalonkan bupati dan wak bupati mampu menjaring tokoh pemuda OKU dalam kompetisi pilkada nantinya, " cetus Kabul.

Sudah saatnya juga ketua Partai Politik di OKU membawa perubahan dengan melirik tokoh pemuda dari partainya yang menjadi kader atau tokoh pemuda OKU yang tidak di partai tetapi memiliki kemampuan SDM, kapasitas dan kredibilitas demi menyelamatkan ketertinggalan kabupaten OKU disemua lini pembangunan dari Kabupaten lainnya.

"Selama ini tokoh pemuda hanya  dijadikan ban serep bilapun ia dipilih sebagai pemimpin dan terkesan tidak memiliki peluang untuk berimprovisasi dalam menyulap daerah ini menjadi daerah yang berkembang, maju dan bersaing dari daerah lainnya, " ungkap Kabul.

Ayo kita semua pada momentum pilkada tahun 2020 mendatang kita merubah cara berpikir kita dengan  mensukseskan pilkada OKU untuk memilih sosok pemimpin OKU dari generasi muda agar perubahan dan kemajuan OKU kedepan dapat di wujudkan dalam kenyataan bukan sebatas slogan dan angan-angan belaka.

"Untuk mewujudkan ini yang memiliki peran mencalonkan bupati dan wakil bupati OKU dari partai politik harus dapat merangkul pemuda baik kader partai maupun tokoh pemuda yang ada di dalam partai. Ingat Kita akan kehilangan jati diri dan mundur kebelakang bila nantinya muncul calon dari jalur independen yang mampu ikut pilkada dan menang dalam pertarungan nanti, " cetus Kabul meng ibaratkan. (tim)

Post a Comment

0 Comments