CHA-CHA WATERNFUN TELAN BOCAH 10TAHUN

MUBA, liputansumsel.com- "PM" bocah 10 tahun tewas tenggelam di kolam renang area wisata Cha-Cha Water Fun, Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Selasa (12/11) sekitar pukul 15.15 WIB.

Korban bersama ke empat temannya berniat untuk berenang di Cha-Cha Water Fun sekitar pukul 13.30 WIB, dimana kediaman anak pasangan Fikrianto dan Nuraida sendiri hanya berjarak lebih kurang 1 kilometer.

Sementara itu,Candra, Manajer Cha-Cha Water Fun ketika ditemui di lokasi kejadian mengatakan, kejadian tersebut lebih kurang sekitar 15.15 WIB, korban datang berlima bersama teman sekolahnya untuk berenang. Namun naas, korban yang tidak bisa berenang harus menghembuskan nafas terakhir dikolam renang dengan kedalaman 1 meter.

"Untuk pengawasan itu ada 3 orang, kadang 4 orang membantu. Mereka mobile, akan tetapi pada hari ini (kemarin, red) sedang ramai sehingga pengawasan tidak begitu maksimal, " jelasnya.

Pertama kali mengetahui ada yang tenggelam, Candra menambahkan, dari teriakan pengunjung, oleh pengawas yang merupakan siswa sekolah lagi magang langsung menuju kelokasi dan mengangkat tubuh "PM". "Oleh saya langsung melakukan pertolongan, dan membawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan medis, namun kondisi korban sudah tidak bernyawa, "katanya.

Sementara, di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kanit Reskrim Polsek Sekayu, IPDA Suroso menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari warga adanya kejadian bocah tewas tenggelam dikolam renang Cha-Cha water fun, dari laporan langsung kelokasi.

"Kita mengumpulkan keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, dan juga kita meminta keterangan dari manajemen pengelola Cha-Cha  Water Fun, " katanya singkat.

Dikediaman korban, "FK" orang tua korban, mengatakan, dirinya pertama kali mengetahui peritiwa itu dari pegawai Cha-Cha Water Fun yang datang kerumahnya.

"Mereka bilang pingsan, terus saya langsung ke lokasi, tapi tidak ada lagi karena dibawa kerumah sakit, sampai disana (rumah sakit) sudah meninggal," ucapnya.

Dikatakan "FK", anaknya pergi bersama lima temannya usai pulang sekolah dan pamit dengan neneknya untuk pergi bermain. "Kelas IV SD, pulang sekolah pamit sama neneknya untuk main. Kalau kesana (Cha-Cha Water Fun) memang sering, anak saya belum bisa berenang," terangnya.

Lebih lanjutnya menjelaskan, sebelum kejadian tersbeut menimpa anak kedua dari tiga bersaudara itu, tidak ada firasat apapun yang dialami pihak keluarga, karena korban tidak menunjukkan perubahan sikap apapun. "Tidak ada firasat, semuanya seperti biasa," Lanjutnya.(agung/rill).

Post a Comment

0 Comments