Gubernur Targetkan 500 rumah Tahfidz di OKU Timur

Peletakan Batu Pertama Masjid Baitussalam OKU Timur 

Oku Timur -  liputansumsel.com--Gubernur Sumsel H. Herman Deru tak hanya menaikkan perekonomian Sumsel lebih maju tapi Ia juga membangun dengan mengutamakan bidang keagamaan. Demimian halnya di OKU Timur, HD  menginginkan Kabupaten Oku Timur bisa mempunyai 500 lebih rumah tahfidz dari 20 kecamatan 320 Desa yang ada.


Hal itu dikatakannya saat menghadiri acara Peletakkan batu pertama Masjid Baitussalam di Desa Tebing dari kecamata Belitang Madang Raya Kabupaten Oku Timur Rabu (5/8).


"Jangan bangga dengan bentuknya indahnya nanti tetapi indah  juga diisi dengan keanekaragaman kegiatan yang ada di dalemnya," ujarnya.


Lanjut Herman deru kegiatan yang harus ada diiringi sholat berjama'ah yakni rumah tahfidz,TPA dan TPQ harus dipersiapkan semua selaras dengan program Gubernur satu satu rumah tahfidz


"Dengan Orang hafal Al Qur'an membebaskan buta aksara Al Qur'an, karena agama adalah sumber dari segala hukum," ungkapnya.


Kemudian itu Bupati Oku Timur Khalid Mawardi mengungkpkan Masjid Baitussalam yang mempunyai arti bahasa Indonesianya yaitu "keselamatan" ini dalam pelaksanaan renovasinya bisa bernilai oleh Allah. 


"Masjid ini dibangun oleh kami ketika tahun 90'an dan sering mengadakan pengajian thariqah dan pernah juga membawa thariqah dri Jakarta yang umatnya banyak," ujarnya.


Diketahui Masjid Baitussalam tahun 1996 yang sudah berusia 23 tahun dan membutuhkan Renovasi agar memperbaru dan memperindah bangunannya, dengan tanah seluas 6075 M2 hektar, Panjang 135 Meter dan Lebar 50/40.


Kehadiran Gubernur juga seakan membawa berkah karena dalam pembangunan kembali ini ia membantu 1800 semen untuk pembangunannya dan para SKPD dan tokoh turut menyumbang untuk mempercepat renovasi masjid.


Dalam kegiatan tersebut hadir dalam kegiatan tersebut para SKPD Oku Timur, SKPD Sumsel para tokoh Oku Timur H. lanosin Hamzah, H. Adi Purna Yudha, Anggota DPR RI Sumsel Percha Leanpuri serta Ketua TP PKK OKU TIMUR Hikmah Maslikah.


loading...

Post a comment

0 Comments