Pernyataan Andi Papi Hoak dan Menyesatkan

Koko Cuma Ada Panglima Yaitu Eddy Yusuf


BATURAJA- liputansumsel.com--Terkait adanya pernyataan Andi Hamdan di media cetak dan online yang mengatakan dirinya sebagai pentolan   Kolom Kosong (Koko) dan mengklaim  sebagai Ketua Koko dalam pilkada OKU, hal ini berita hoak dan menyesatkan.


Hal ini diterangkan oleh Pendukung Koko, A Sukri Kholil dalam keterangan pers, Selasa (8/12) sekitar pukul 13.00 wib di rumah perjuangan Koko, Kemelak Baturaja Timur OKU.

Menurut  Sukri Kholil, mantan anggota dewan dari Partai PAN, ini  guna meluruskan pernyataan sepihak Andi Hamdan alias Andi Papi yang menyebut dirinya sebagai Ketua Koko dan pentolan Koko. 


“ Di dalam Koko itu tidak ada struktutral kepengurusan, apalagi Ketua Koko yang diklaim oleh Andi Papi, yang ada di Koko itu dengan istilah kami Panglima Koko. Panglima Koko yang kami maksud itu tiada lain adalah H Eddy Yusuf SH MM. Jadi pernyataan Andi Papi itu terlihat sekali kalau dia ingin mencari panggung dalam pilkada OKU dengan menyebut dirinya sebagai Ketua Koko”, ujar Sukri tegas. 

Justru dengan keluarnya Andi Papi dari pendukung Koko, malah ini sangat disyukuri oleh para relawan dan pejuang Koko yang menilai Andi Papi selama ini hanya menjadi benalu dan mencari panggung dalam perjuangan Koko. Alhamdulilah, wa syukurillah kalau dia sudah keluar dari pendukung Koko dan menjadikan Koko putih bersih tanpa ada orang yang mengotori perjuangan dalam memenangkan Koko seperti tipikal Andi Papi”, 

Dalam pilkada OKU 2020 terjadi  calon tunggal melawan koko. Perlu diketahui bahwa Koko itu perwujudan dari sebagian besar masyarakat OKU yang tidak puas atas kinerja pemerintah OKU enam tahun terakhir hingga masyarakat  bergabung untuk memenangkan Koko. 


Ketidak puasan masyarakat OKU terkait kinerja pemerintah OKU itu mulai dari pembangunan dan kesejahteraan masyarakat OKU tidak dapat dibanggakan jika dibandingkan saat kepemimpinan Eddy Yusuf. 


“Oleh sebab itulah karena dalam Pilkada OKU, calon tunggal vs Kolom Kosong (Koko), hingga masyarakat berbondong-bondong dan secara sukarela, menyumbangkan pemikiran, tenaga, uang demi memenangkan Koko untuk menggantikan kepemimpinan yang dinilai gagal dalam memajukan Kabupaten OKU”, urai politisi yang sudah malang melintang di dunia politik di Sumsel ini.


Makanya ketika pendukung Koko yang melihat pernyataan Andi papi di media cetak dan online, para pejuang Koko sangat bersyukur ia loncat mendukung calon tunggal setelah ia sendiri selama ini turut menjelek-jelekkan kinerja pemerintah saat berada di Koko.


“ Artinya secara hati nurani Anpi Papi sebenarnya mengetahui bahwa pembangunan OKU enam tahun terakhir sebagaimana diungkapkannya selama ini itu relevan dan fakta. Soal pernyataannya bahwa Koko berdasarkan analisanya hanya berada dikisaran 37 persen dan calon tunggal 63 persen, itu pendapatnya sebagai orang awam bukan hasil survey. Jika melihat dari hasil survey lembaga yang memiliki wewenang bahwa Koko akan Berjaya. Kita lihat besok,” tanggap Sukri Kholil.


Selain itu, Hal senada juga diungkapakan oleh H Erwandi Bachtiar bahwa relawan dan pejuang Koko menyambut dengan cuka cita atas hilangnya Andi Papi yang selama ini berada di kelompok Koko.


“ Soalnya selama ini para relawan dan pejuang Koko merasa keberadaannya hanya menjadi benalu dan perusak perjuangan. Relawan dan pejuang Koko bertambah yakin dan optimis Koko menang,” pungkasnya. (Bm)

No comments

Powered by Blogger.