Kawasan Pelabuhan Panasahan Painan Bangunan Lapuk, Rusak dan Tak Terawat.


Painan, Liputansumsel.com – Bangunan di sekitar kawasan Pelabuhan Panasahan Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terlihat sudah tak terawat lagi. Banyak bangunan yang rusak seperti atap bolong, jendela kaca yang pecah serta ruangan yang penuh sampah.



Pantauan Liputansumsel.com, Selasa (23/3/2021) kawasan itu terlihat sunyi dan sebagian bangunan memang tidak berfungsi karena sudah kotor dan tidak layak. Kondisi bangunan yang sudah tak terawat itu sudah berlangsung lama.



Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Panasahan Painan, Manhayadi mengatakan, kondisi seperti itu sudah berlangsung sekitar 10 tahun, atau sebelum dia bertugas di Pelabuhan Panasahan Painan.



“Saya baru masuk tugas ke sini awal Januari lalu. Dan, informasinya kondisi bangunan rusak dan kayu-kayu bangunan yang sudah lapuk ini sudah sekitar 10 tahun,” jelasnya saat diwawancarai Liputansumsel.com, Selasa (23/3/2021).



Dia mengakui, memang sudah banyak bangunan di kawasan Pelabuhan yang telah rusak. Rencananya bakal direnovasi. Kabar renovasi ini, kata dia, setelah ada peninjauan lokasi oleh pihak perencanaan i sekitar tiga minggu lalu.



“Kabarnya begitu. Semua bangunan di kawasan ini akan direnovasi. Di sini ada lima unit bangunan. Dulu sebagian digunakan untuk administrasi perkantoran dan ruang tunggu penumpang kapal. Tapi sekarang kondisinya telah banyak rusak,” ujarnya.



Tak hanya itu, bahkan ruang kantor Pelabuhan Panasahan yang dihuni oleh petugas juga masih rusak. Terlihat atap-atap yang bolong yang belum diperbaiki.



“Kita berharap, setelah adanya peninjauan dari pihak perencanaan pembangunan, kantor dan unit bangunan lain di sekitar kawasan Pelabuhan bisa lekas direnovasi,” sambungnya.



Saat ini terdapat lima orang petugas yang bekerja di Wilayah Kerja Pelabuhan Panasahan Painan. Mereka bekerja pada bagian administrasi kantor dan pengawasan terhadap orang dan benda yang masuk ke kawasan Pelabuhan.



Manhayadi mengatakan, ritme kapal yang masuk ke kawasan Pelabuhan mencapai 12 kali dalam satu bulan, yaitu Kapal Perintis tujuan Mentawai.



“Dalam satu bulan masuknya kalau rutin adalah 12 kali. Itu Kapal Perintis dengan sabuk 37 dan 68,” ujarnya.

No comments

Powered by Blogger.