Pemkot Prabumulih Siapkan 10 Hektare Lahan Pemakaman, Lengkap Taman dan Tempat Bermain Anak

PRABUMULIH,liputansumsel.com - Jika di daerah lain banyak menolak jenazah Covid 19 dikubur, di kota Prabumulih justru sebanyak 10 hektare lahan di pemakaman Prabumulih Sanctuary Peace Garden siap manampung jenazah untuk dimakamkan.

"Kita mendengar dimana-mana orang kesulitan tempat pemakaman, bahkan ada yang ditolak berkali- kali untuk dimakamkan. Kita ada lahan 10 hektare yang kosong, silahkan siapa saja warga Prabumulih bisa dimakamkan disana," ungkap Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM ketika diwawancarai wartawan, Kamis (5/8/2021).

Ridho menuturkan, tempat pemakaman Prabumulih Sanctuary Peace Garden sengaja dibangun dengan lahan cukup luas lengkap dengan taman dan tempat bermain anak. "Di lahan ini sudah lama kita bangun dan masih kosong, di sana ada tempat bermain dan tan sehingga menghilangkan kesan seram," katanya.

Lebih lanjut Ridho menjelaskan, dirinya setiap selalu mendengarkan keluh kesah warga dimana pernah dikeluhkan masalah tabung oksigen ternyata setelah diperiksa cukup dan aman.

"Ada keluh kesah ruangan perawatan pasien kurang ternyata setelah dicek cukup, ini masalah banyak ditolak dimakamkan sementara kita ada 10 hektare lahan pemakaman. Makanya guyon saja, kalau ada yang ditolak tidak ada tempat dimakamkam silahkan dimakamkan di Prabumulih saja, tidak masalah, Prabumulih siap menerima," bebernya ke depan akan diperluas jadi 20 hektare.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polda Sumsel Bongkar Prostitusi Online, Jajakan Anak di Bawah Umur

Walikota Prabumulih dua periode itu juga menuturkan selain itu di kota Prabumulih sudah dipersiapkan lengkap dimana petugas memandikan jenazah dan gali kubur mendapatkan insentif.

"Keluarga yang meninggal kita beri yasin dan air mineral, mobil jenazah gratis dan tempat pemakaman gratis. Jadi lengkap kami persiapkan," lanjutnya.

Karena itu kata Ridho di Kota Prabumulih tidak ada masalah terkait penolakan pemakaman maupun tidak ada yang menggali kubur atau memandikan jenazah. "Mereka sudah kita lengkapi dan siapkan semua, karena kita semua akan berujung kepada kematian makanya harus disiapkan semua," bebernya.

Untuk diketahui, lahan pemakaman Prabumulih Sanctuary Peace Garden terletak tak jauh dari TPA mengarah ke Kelurahan Sungai Medang Kecamatan Cambai Kota Prabumulih.



Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Pemkot Prabumulih Siapkan 10 Hektare Lahan Pemakaman, Lengkap Taman dan Tempat Bermain Anak, https://sumsel.tribunnews.com/2021/08/05/pemkot-prabumulih-siapkan-10-hektare-lahan-pemakaman-lengkap-taman-dan-tempat-bermain-anak.
Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati

Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap memberikan bantuan porgram perumahan bagi masyrakat berpenghasilan rendah (MBR) dan tidak tetap di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. "Kota Prabumulih telah memiliki program perumahan yang cukup baik dan kami siap memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan rumah,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi dalam siaran pers, Rabu (02/06/2021)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bangun Rumah dari Dana Infaq, Pemkot Prabumulih Dapat Bantuan Pusat", Klik untuk baca: https://properti.kompas.com/read/2021/06/02/123000521/bangun-rumah-dari-dana-infaq-pemkot-prabumulih-dapat-bantuan-pusat?page=all.
Penulis : Ardiansyah Fadli
Editor : Hilda B Alexander

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap memberikan bantuan porgram perumahan bagi masyrakat berpenghasilan rendah (MBR) dan tidak tetap di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. "Kota Prabumulih telah memiliki program perumahan yang cukup baik dan kami siap memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan rumah,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi dalam siaran pers, Rabu (02/06/2021)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bangun Rumah dari Dana Infaq, Pemkot Prabumulih Dapat Bantuan Pusat", Klik untuk baca: https://properti.kompas.com/read/2021/06/02/123000521/bangun-rumah-dari-dana-infaq-pemkot-prabumulih-dapat-bantuan-pusat?page=all.
Penulis : Ardiansyah Fadli
Editor : Hilda B Alexander

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap memberikan bantuan porgram perumahan bagi masyrakat berpenghasilan rendah (MBR) dan tidak tetap di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. "Kota Prabumulih telah memiliki program perumahan yang cukup baik dan kami siap memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan rumah,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi dalam siaran pers, Rabu (02/06/2021) Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Menurut Khalawi, pemerintah akan terus mendorong pelaksanaan pembangunan hunian layak bagi masyarakat melalui Program Sejuta Rumah (PSR). Baca juga: 15 Hari Lagi, Warga Terdampak Bendungan Kuningan Bisa Huni Rumah Khusus Rumah yang huni merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, Pemda juga harus memiliki kebijakan yang mendukung program perumahan serta melakukan inovasi dan sinergi antar pemangku kepentingan bidang perumahan. "Jika masalah rumah di daerah dapat tertangani dengan baik, maka secara tidak langsung masyarakatnya juga akan lebih sejahtera dan sehat,” tambah Khalawi. Sementara itu, Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengungkapkan selama ini telah melaksanakan pembangunan perumahan dan selalu mendukung PSR. Bahkan, di daerah Prabumulih, pemerintah kota juga mengumpulkan dana pembangunan perumahan untuk masyarakat melalui dana infaq pegawai. ASN di Pemkot Prabumulih yang bergaji Rp 3 juta menyisihkan Rp 100.000, penghasilan Rp 2 juta sekitar Rp 60.000, penghasilannya Rp 1 juta memberikan infaq Rp 10.000. "Melalui pengumpulan dana infaq PNS tersebut, kami mampu membangun 10 rumah baru untuk orang miskin per bulan. Jadi total rumah yang kami bangun per tahun sekitar 120 rumah,” papar Ridho. Setelah program tersebut berjalan ternyata banyak tanggapan positif dari rekan-rekan baik di lingkungan pemerintahan maupun sektor swasta. Misalnya dukungan dari anggota DPRD membantu pembangunan sebanyak 6 rumah per bulan, dari BRI, Bank Sumsel, Kepolisian dan seluruh elemen membantu. Pihak swasta juga menyalurkan CSR semua untuk program perumahan. Saat ini, Pemkot Prabumulih tengah memikirkan bagaimana masyarakat yang tidak punya penghasilan tidak tetap seperti pemulung, tukang becak, gerobak angkong dan disabilitas untuk mendapatkan bantuan serupa. Salah satunya dengan dana APBD serta menyiapkan tanah dan mengajukan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR. Bantuan Rp 20 juta yang terdiri dari Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang. “Kami masih butuh sekitar 700 untuk MBR dan 183 rumah untuk mereka yang penghasilannya tidak tetap sehingga total 883 rumah," ujar Ridho

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bangun Rumah dari Dana Infaq, Pemkot Prabumulih Dapat Bantuan Pusat", Klik untuk baca: https://properti.kompas.com/read/2021/06/02/123000521/bangun-rumah-dari-dana-infaq-pemkot-prabumulih-dapat-bantuan-pusat?page=all.
Penulis : Ardiansyah Fadli
Editor : Hilda B Alexander

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap memberikan bantuan porgram perumahan bagi masyrakat berpenghasilan rendah (MBR) dan tidak tetap di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. "Kota Prabumulih telah memiliki program perumahan yang cukup baik dan kami siap memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan rumah,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi dalam siaran pers, Rabu (02/06/2021) Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Menurut Khalawi, pemerintah akan terus mendorong pelaksanaan pembangunan hunian layak bagi masyarakat melalui Program Sejuta Rumah (PSR). Baca juga: 15 Hari Lagi, Warga Terdampak Bendungan Kuningan Bisa Huni Rumah Khusus Rumah yang huni merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, Pemda juga harus memiliki kebijakan yang mendukung program perumahan serta melakukan inovasi dan sinergi antar pemangku kepentingan bidang perumahan. "Jika masalah rumah di daerah dapat tertangani dengan baik, maka secara tidak langsung masyarakatnya juga akan lebih sejahtera dan sehat,” tambah Khalawi. Sementara itu, Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengungkapkan selama ini telah melaksanakan pembangunan perumahan dan selalu mendukung PSR. Bahkan, di daerah Prabumulih, pemerintah kota juga mengumpulkan dana pembangunan perumahan untuk masyarakat melalui dana infaq pegawai. ASN di Pemkot Prabumulih yang bergaji Rp 3 juta menyisihkan Rp 100.000, penghasilan Rp 2 juta sekitar Rp 60.000, penghasilannya Rp 1 juta memberikan infaq Rp 10.000. "Melalui pengumpulan dana infaq PNS tersebut, kami mampu membangun 10 rumah baru untuk orang miskin per bulan. Jadi total rumah yang kami bangun per tahun sekitar 120 rumah,” papar Ridho. Setelah program tersebut berjalan ternyata banyak tanggapan positif dari rekan-rekan baik di lingkungan pemerintahan maupun sektor swasta. Misalnya dukungan dari anggota DPRD membantu pembangunan sebanyak 6 rumah per bulan, dari BRI, Bank Sumsel, Kepolisian dan seluruh elemen membantu. Pihak swasta juga menyalurkan CSR semua untuk program perumahan. Saat ini, Pemkot Prabumulih tengah memikirkan bagaimana masyarakat yang tidak punya penghasilan tidak tetap seperti pemulung, tukang becak, gerobak angkong dan disabilitas untuk mendapatkan bantuan serupa. Salah satunya dengan dana APBD serta menyiapkan tanah dan mengajukan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR. Bantuan Rp 20 juta yang terdiri dari Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang. “Kami masih butuh sekitar 700 untuk MBR dan 183 rumah untuk mereka yang penghasilannya tidak tetap sehingga total 883 rumah," ujar Ridho

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bangun Rumah dari Dana Infaq, Pemkot Prabumulih Dapat Bantuan Pusat", Klik untuk baca: https://properti.kompas.com/read/2021/06/02/123000521/bangun-rumah-dari-dana-infaq-pemkot-prabumulih-dapat-bantuan-pusat?page=all.
Penulis : Ardiansyah Fadli
Editor : Hilda B Alexander

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap memberikan bantuan porgram perumahan bagi masyrakat berpenghasilan rendah (MBR) dan tidak tetap di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. "Kota Prabumulih telah memiliki program perumahan yang cukup baik dan kami siap memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan rumah,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi dalam siaran pers, Rabu (02/06/2021) Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Menurut Khalawi, pemerintah akan terus mendorong pelaksanaan pembangunan hunian layak bagi masyarakat melalui Program Sejuta Rumah (PSR). Baca juga: 15 Hari Lagi, Warga Terdampak Bendungan Kuningan Bisa Huni Rumah Khusus Rumah yang huni merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, Pemda juga harus memiliki kebijakan yang mendukung program perumahan serta melakukan inovasi dan sinergi antar pemangku kepentingan bidang perumahan. "Jika masalah rumah di daerah dapat tertangani dengan baik, maka secara tidak langsung masyarakatnya juga akan lebih sejahtera dan sehat,” tambah Khalawi. Sementara itu, Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengungkapkan selama ini telah melaksanakan pembangunan perumahan dan selalu mendukung PSR. Bahkan, di daerah Prabumulih, pemerintah kota juga mengumpulkan dana pembangunan perumahan untuk masyarakat melalui dana infaq pegawai. ASN di Pemkot Prabumulih yang bergaji Rp 3 juta menyisihkan Rp 100.000, penghasilan Rp 2 juta sekitar Rp 60.000, penghasilannya Rp 1 juta memberikan infaq Rp 10.000. "Melalui pengumpulan dana infaq PNS tersebut, kami mampu membangun 10 rumah baru untuk orang miskin per bulan. Jadi total rumah yang kami bangun per tahun sekitar 120 rumah,” papar Ridho. Setelah program tersebut berjalan ternyata banyak tanggapan positif dari rekan-rekan baik di lingkungan pemerintahan maupun sektor swasta. Misalnya dukungan dari anggota DPRD membantu pembangunan sebanyak 6 rumah per bulan, dari BRI, Bank Sumsel, Kepolisian dan seluruh elemen membantu. Pihak swasta juga menyalurkan CSR semua untuk program perumahan. Saat ini, Pemkot Prabumulih tengah memikirkan bagaimana masyarakat yang tidak punya penghasilan tidak tetap seperti pemulung, tukang becak, gerobak angkong dan disabilitas untuk mendapatkan bantuan serupa. Salah satunya dengan dana APBD serta menyiapkan tanah dan mengajukan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR. Bantuan Rp 20 juta yang terdiri dari Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang. “Kami masih butuh sekitar 700 untuk MBR dan 183 rumah untuk mereka yang penghasilannya tidak tetap sehingga total 883 rumah," ujar Ridho.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bangun Rumah dari Dana Infaq, Pemkot Prabumulih Dapat Bantuan Pusat", Klik untuk baca: https://properti.kompas.com/read/2021/06/02/123000521/bangun-rumah-dari-dana-infaq-pemkot-prabumulih-dapat-bantuan-pusat?page=all.
Penulis : Ardiansyah Fadli
Editor : Hilda B Alexander

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap memberikan bantuan porgram perumahan bagi masyrakat berpenghasilan rendah (MBR) dan tidak tetap di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. "Kota Prabumulih telah memiliki program perumahan yang cukup baik dan kami siap memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan rumah,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi dalam siaran pers, Rabu (02/06/2021) Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Menurut Khalawi, pemerintah akan terus mendorong pelaksanaan pembangunan hunian layak bagi masyarakat melalui Program Sejuta Rumah (PSR). Baca juga: 15 Hari Lagi, Warga Terdampak Bendungan Kuningan Bisa Huni Rumah Khusus Rumah yang huni merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, Pemda juga harus memiliki kebijakan yang mendukung program perumahan serta melakukan inovasi dan sinergi antar pemangku kepentingan bidang perumahan. "Jika masalah rumah di daerah dapat tertangani dengan baik, maka secara tidak langsung masyarakatnya juga akan lebih sejahtera dan sehat,” tambah Khalawi. Sementara itu, Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengungkapkan selama ini telah melaksanakan pembangunan perumahan dan selalu mendukung PSR. Bahkan, di daerah Prabumulih, pemerintah kota juga mengumpulkan dana pembangunan perumahan untuk masyarakat melalui dana infaq pegawai. ASN di Pemkot Prabumulih yang bergaji Rp 3 juta menyisihkan Rp 100.000, penghasilan Rp 2 juta sekitar Rp 60.000, penghasilannya Rp 1 juta memberikan infaq Rp 10.000. "Melalui pengumpulan dana infaq PNS tersebut, kami mampu membangun 10 rumah baru untuk orang miskin per bulan. Jadi total rumah yang kami bangun per tahun sekitar 120 rumah,” papar Ridho. Setelah program tersebut berjalan ternyata banyak tanggapan positif dari rekan-rekan baik di lingkungan pemerintahan maupun sektor swasta. Misalnya dukungan dari anggota DPRD membantu pembangunan sebanyak 6 rumah per bulan, dari BRI, Bank Sumsel, Kepolisian dan seluruh elemen membantu. Pihak swasta juga menyalurkan CSR semua untuk program perumahan. Saat ini, Pemkot Prabumulih tengah memikirkan bagaimana masyarakat yang tidak punya penghasilan tidak tetap seperti pemulung, tukang becak, gerobak angkong dan disabilitas untuk mendapatkan bantuan serupa. Salah satunya dengan dana APBD serta menyiapkan tanah dan mengajukan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR. Bantuan Rp 20 juta yang terdiri dari Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang. “Kami masih butuh sekitar 700 untuk MBR dan 183 rumah untuk mereka yang penghasilannya tidak tetap sehingga total 883 rumah," ujar Ridho.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bangun Rumah dari Dana Infaq, Pemkot Prabumulih Dapat Bantuan Pusat", Klik untuk baca: https://properti.kompas.com/read/2021/06/02/123000521/bangun-rumah-dari-dana-infaq-pemkot-prabumulih-dapat-bantuan-pusat?page=all.
Penulis : Ardiansyah Fadli
Editor : Hilda B Alexander

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.