Wahyu Bocah 5 Tahun Di Ogan Ilir Alami Gizi Buruk dan Gejala Hidrosefalus


Indralaya,liputansumsel.com--Wahyu hidayat, Seorang bocah 5 tahun, mengalami gizi buruk dan kondisinya kini memprihatinkan, Wahyu merupakan warga Dusun III Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir. 


Menurut orang tua Wahyu, putra mereka kerap mengalami kondisi kesehatan yang tak menentu sejak usia 1 tahun, "Wahyu sejak kecil sering sakit-sakitan. Kadang sehat kadang sembuh," kata Rusmi, ibun Wahyu saat ditemui di kediamannya di Teluk Kecapi, Kamis (25/11). 


Menurut Rusmi, sejak kecil Wahyu diberikan susu kental manis, bukan susu formula bayi seperti seharusnya, hal ini dilakukan Rusmi karena ia tak mampu membelikan susu formula bayi untuk putranya itu. 


"Maklum kami tidak mampu untuk beli susu bayi. Jadi beli susu kaleng untuk menghemat biaya," ujar Rusmi. 


Wanita 39 tahun ini menuturkan, kondisi kesehatan putra kelimanya kerap tak stabil hingga berusia 5 tahun. 


Puncaknya sejak dua bulan lalu, kondisi kesehatan Wahyu mulai memprihatinkan, berat badannya turun drastis, tubuh, kaki dan tangan Wahyu juga kurus. 


"Awalnya berat badan anak saya 12 kilo. Sekarang 7,8 kilo," ucap Rusmi, sembari menambahkan Wahyu juga mengalami gejala hidrosefalus, kepalanya berukuran lebih besar daripada ukuran sewajarnya. 


"Memang sejak umur 1 tahun, ukuran kepala anak saya sudah lain. Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa," ungkap Rusmi. 


Keseharian Rusmi dihabiskan untuk menemani putra bungsunya itu,

Sementara suami Rusmi, Sopar, bekerja mencari nafkah dengan menjadi kuli bangunan yang penghasilannya tak menentu. 


"Saya selalu bersama Wahyu karena anak saya tidak bisa jalan sendirian. Berdiri pun harus dituntun, dipegang," tutur Rusmi. 


Kondisi kesehatan Wahyu ini mendapat perhatian dari Puskesmas dan bidan desa setempat, 

Setiap pekan, bidan desa memeriksa kesehatan Wahyu memberikan asupan nutrisi. 


"Setiap minggu kami periksa kesehatan dan juga kami berikan susu formula dan makanan pendamping. Alhamdulillah, berat badan Wahyu berangsur mulai naik," kata Destin, bidan desa yang rutin memeriksa Wahyu. 


Destin mengaku telah meminta keluarga agar menyetujui Wahyu dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan yang lebih optimal. 


"Orang tua Wahyu sudah punya BPJS. Kami sarankan dirawat ke rumah sakit dengan rujukan dari Puskesmas, tapi orang tuanya belum bersedia karena tidak ada biaya," ucap Desrin. 


Terpisah, Kepala Dinkes Ogan Ilir Hendra Kudeta mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi anak gizi buruk di Teluk Kecapi ini. 


"Sudah saya perintahkan Kepala Puskesmas dan bidan desa untuk menindaklanjuti serta koordinasi dengan kades, camat dan Dinsos," terang Hendra. 


Dia juga menegaskan, secepatnya Wahyu akan dirujuk di RSUD Tanjung Senai di Indralaya, "Laporan dari Kepala Puskesmas, hari ini bidan desa bersama dr. Vera bawa anak tersebut konsultasi ke RSUD Tanjung Senai," terang Kadinkes Oi.(rul)

No comments

Powered by Blogger.