Mgers Aceh Ikuti Gathering Dan Diskusi MG


Banda Aceh,--liputansumsel.com- Yayasan Myastenia gravis Indonesia (YMGI) kembali Menggelar Gathering dan diskusi 
Pasien Myastenia Gravis di Paopia Garden Cafe & resto jalan Pango raya kecamatan uleekarang,Banda Aceh .minggu(7/11)


Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pasien dan caregiver MG yang berada di kota serambi mekah aceh.kegiatan ini tetap melaksanakan Protokol Kesehatan covid 19.


Kegiatan tersebut diisi dengan Tanya jawab atau diskusi Seputar Autoimun Myastenia Gravis.


dr Nur Astini Sp.s (k)dalam kesempatan itu menjelaskan jika Myastenia Gravis adalah penyakit autoimun yang berdampak pada kelemahan pada otot syaraf dan sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya.dan belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya,jikapun ada obat-obatan yang diberikan itu hanya bersifat sementara.


"Gejala penyakit ini berawal tampak  ada kelemahan pada   pada otot otot seperti otot mata kelopak mata menurun,Diplopia,susah menelan makanan,serta kelemahan otot lainnya seperti kaki ,tangan dsb,"ujarnya


Penderita Mg  itu sendiri,lanjut astini kebanyakan Wanita  yang menyerang  berkisar umur 20- 30 tahun.

 
"Mgers bisa hidup produktif dengan cara mengenali kondisi  tubuh, jaga kesehatan dan makan yang bergizi,tidur yang teratur."jelasnya

Ketua YMGI Indria sari menjelaskan Gathering merupakan kegiatan rutin  tahunan yang digelar oleh YMGI.
kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan tentang Myastenia Gravis serta menjalin hubungan silaturahmi antar sesama Mgers di daerah Banda Aceh.

"sesuai tujuan utama YMGI adalah untuk edukasi mengingat MG salah satu penyakit langka yang masih sangat sedikit orang tahu.maka dari itu yayasan ini memberikan informasi dan sharing pengalaman antar anggota salah satunya dengan kegiatan Gathering ini," ujarnya

Indri berharap dengan selalu di sosialisasikan penyakit MG ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang MG

"Salah satu tantangan yang dihadapi kami adalah bahwa Mg sebagai penyakit yanga belum banyak dikenal masyarakat.apalagi penyakit ini sangat sulit terdiagnosa melalui pemeriksaan biasa.
Dengan pemahaman yang benar akan menghidarkan pasien MG dari anggapan yang salah dan justifikasi lingkungan bahwa gejala yang dialami seperti mengada-ngada .karena pasien MG bisa hidup Produktif selama obat-obatan terjaminditambah support positifdari keluarga dan lingkungan,"pungkasnya.



Sementara itu Koordinator wilayah (Korwil)YMGI Banda Aceh Ibu Emilia Agustina,
sangat berterima kasih atas antusias Mgers Aceh yang telah menyempatkan hadir pada hari ini,karena untuk di aceh sendiri kegiatan gathring baru pertama kali.

"Pemahaman tentang MG yang dimiliki baik pemahaman pribadi maupun keluarga sangat penting untuk menjalani hidup berdampingan dengan MG,karena selama ini haya bisa komunikasi lewat group medsos dan kali dapat bertemu langsung dengan teman teman mg.
Dengan diadakan gathering ini diharapkan dapat memotivasi teman - teman Mgers Aceh untuk menjalani hidup yang berkualitas." ungkap Emilia..

No comments

Powered by Blogger.