Rumah Terancam Ambruk, Pengelola RS. Siti Aisya Tutup Mata



LiputanSumsel.com,Lubuklinggau. Perasaan kesal dan marah itulah yang dirasakan oleh Muslimin (40) Warga Jalan SPMA, RT. 1 Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau. Melihat kondisi rumahnya terancam ambruk akibat buruknya drainase RS Siti Aisyah.

Muslimin adalah salah satu warga yang mengalami dampak ini mengatakan,

"setiap musim hujan, rumah saya selalu terendam banjir akibat limpasan air dari RS Siti Aisyah" ujarnya.

Tambah Muslimin, Jika kondisi ini terus berlanjut dan tidak segera dibenahi, rumahnya terancam ambruk akibat terkikis dorongan air limpasan dari RS. Siti Aisyah tersebut.

Diceritakan kejadian terakhir yang dialaminya, Rabu (10/5) lantai rumahnya kembali terandam air limpasan dari RS. Siti Aisyah. Hal ini telah beberapa kali dilaporkan kepada pihak RS Siti Aisyah dan BLH Kota Lubuklinggau namun sampai saat ini tidak ada tindakan dari laporan tersebut.

"Setiap hujan, dipastikan rumah saya kebanjiranya kesal.

Biasanya setiap hujan, mau sederas apapun rumah saya tidak perna kebabjiran. Tetapi sejak 29 September 2016 merasa heran kenapa rumahnya bisa kebanjiran. Setelah saya selidiki ketahuan pangkal penyebabnya berasal dari RS. Siti Aisyah karena tidak memiliki saluran drainase.

"Air yang dibiarkan tergenang dari dalam lingkungan rumah sakit masuk kerumah saya melalui celah-celah pondasi pagar RS Siti Aisyah yang berbatasan langsung dengan rumahnya", jelas Muslimin.

Setiap hujan rumah yang saya tempati selalu kebanjiran, dan akibatnya banyak kerugian yang saya alami. Banyak ikan dikolam yang mati dan hewan ternak seperti bebek, ayam saya mati. Tidak hanya materi beban psikis juga saya alami, kalau dihitung kerugian materi kurang lebih hampir 40 jutaan kerugian yang saya alami. Keluar ini sudah saya sampaikan tetapi pihak rumah sakit seolah menutup mata.

Lanjut Muskimin, jika kondisi ini terus berlanjut rumah yang saya tempati kemungkinkan akan ambruk terkikis oleh air yang sangat banyak dan deras. Saat ini saja pondasi dan lantai rumah mulai bergerak dan retak, saya berharap ada perhatian serius dari RS Siti Aisyah dan Pemkot Lubuklinggau terkait masalah ini.

Selain masalah limpasan air, warga setempat juga mengeluhkan adanya pembakaran limbah di RS Siti Aisyah. Akibat dari pembakaran limbah ini, warga sering terserang penyakit pernapasan dan menimbulkan pencemaran udara.

Pembakaran limbah RS Siti Aisyah ini sudah sangat mengganggu, debu dari pembakaran menyebar keperumahan warga, debunya melekat di pakaian dan makanan.

Menurut Kasubag Kepegawaian dan Tata Uasaha Nasrowi saat dikonfirmasi mengatakan,

" Pengaduan yang disampaikan Warga tersebut sudah ditanggapi oleh Direktur rumah sakit dan badan Rumah Sakit Siti Aisyah ", jelasnya.

Tambah Nasrowi, memang betul rumah Muslimin kebanjiran. Hal tersebut sudah ditanggapi oleh Direktur dan sudah selesai, juga sudah ditemui oleh Badan Pengawas RS. Siti Aisyah Bapak Ibnu Amin dan akan dibenahi tahun ini juga, ujar Nasrowi.

Kepala Humas RS. Siti Aisya Yaser, membenarkan pengaduan tentang pencemaran tersebut. Innecerator atau tabung pembuang asap yang pada awalnya tidak standar sudah ditinggikan dan sudah didatangi Lingkungan Hidup.

Lanjut yasir, innecerator yang pada awalnya tidak standar sudah kita tinggikan 7 meter dan sudah memenuhi standar dari Badan Lingkungan Hidup. Untuk lebih jelas lagi silakan tanya  langsung kepada Direktur dan Badan Pengawas Gumah Sakit (BPRS), beber Yaser.

Muslimin berharap ada penyelesaian dari pihak rumas sakit secepatnya. Pemerintah kota lubuklinggau melalui Badan Lingkungan Hidup Lubuklinggau untuk dapat meninjau ulang perizinan dan dokumen dampak lingkungan RS Siti Aisyah.

Kembali disampaikan Muslimin, alam melaporkan permasalahan ini kepada pemerintah pusat seperti Kemenkes pusat, BPRS Pusat, BLH Pusat untuk meneriksa kelayakan penbangunan gedung baru RS. Siti Aisyah. Besar kemungkinan tidak menenuhi syarat, ketika pihaknya mempertanyakan dokumen AMDAL dan ANDAL, pihak RS Siti Aisyah belum atau tidak memilikinya.(camiel coesar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.