Belum 5 Bulan Jabat Ketua Bawaslu, Edy Budi di Plenokan



Pagaralam-- Liputansumsel.com--Kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pagaralam sedikit mengalami gangguan, pasalnya ketua Bawaslu Edy Budi Ahmadi, SE sudah diwacanakan diganti oleh komisioner lainnya yakni Ikhwan Nopri, SE dan Emi Deshartika, SPd dibuktikan dengan berita acara rapat pleno Nomor : 014/BA/06.03/XII/ 2018  tertanggal 14 Desember 2018, yang memilih Ikhwan Nopri, SE sebagai ketua baru.

Dikonfirmasi Liputansumsel.com, diruang kerjanya, Selasa (18/12/2018), Ikhwan Nopri masih enggan berkomentar banyak terkait masalah ini, namun dia tidak menampik " Sabar nanti pasti ada press realesnya, sekarang belum waktunya masih menunggu keputusan Bawaslu Provinsi, sebenarnya pergantian kepemimpinan itu bukan sesuatu yang tabu, dan lazim dilakukan Bawaslu Kabupaten atau Kota lain, semua demi Lembaga, asal melalui mekanisme yang benar, sekali lagi atas nama lembaga, bukan tendensius atau kepentingan Pribadi ", ujarnya.

Meskipun masih ditutup tutupi namun upaya merotasi posisi  tiga anggota komisioner Bawaslu Pagaralam tercium media juga. Awal perdebatan dimulai dari undangan rapat pleno dengan materi Pembahasahan barang temuan Pemilihan Walikota dan wakil walikota yang lalu (uang Rp. 11.300.000,- red) dan Evaluasi terhadap kinerja komisioner Bawaslu, Kamis (13/12/2018).
Dikatakan Ikhwan, " Sebenarnya ini belum layak diangkat dimedia, masih dangkal hanya untuk konsumsi kita dululah, terkait kinerja mestinya kita saling back up, bukan saling jatuhkan dan seorang ketua harus mampu menguasai semua bidang di  Bawaslu dan harus bisa mengcover semua persoalan, baik pengawasan maupun manajemen dan admibistrasi Bawalu dan ini sepertinya kurang dimiliki ketua, terbukti saat pemberian mandat untuk menghadiri acara KPU Kota Pagaralam, penandatanganan surat tugas posisi ketua sedang Dinas luar (DL),  untuk itu saya dan komisioner lain, ibu Emi sepakat mengajukan diri saya sebagai pengganti ",  Ungkap Ikhwan lebih lanjut.

Ditempat terpisah, Edy Budi Achmadi, SE selaku ketua Bawaslu Kota Pagaralam menanggapi hal ini, " Memang benar ada upaya penggantian diri saya sebagai ketua Bawaslu Kota Pagaralam, dimana berita acaranya sudah ditanda tangani dua komisioner lainnya dan saya keberatan, sebagai upaya hukum, saya berkirim surat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Bawaslu Provinsi. Jika terkait kinerja, kinerja yang mana dan apa saja yang kita sudah lakukan saya siap di konfrontir ", tegas Edy. (JF/Rick)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.