Logo HUT RI Ke-75 Mirip Salib Umat Dan Ormas Islam Bereaksi

Baturaja - liputansumsel.com-- Spanduk HUT RI Ke-75 dengan logo atau simbol design dari pusat yang terpasang di berbagai gedung-gedung pemerintahan, fasilitas umum, sekolah-sekolah, jalan-jalan dan sejumlah tempat lainnya di Indonesia termasuk di OKU telah menimbulkan penafsiran yang berbeda dari kalangan umat dan ormas Islam se-Indonesia. Hal ini ramai diperbincangkan di medsos dan media massa khususnya online. Logo atau simbol yang berbentuk mirip lambang salib tersebut telah menimbulkan protes dari ormas Islam yang dimulai dari Solo, kemudian meluas menjadi protes dari umat Islam melalui medsos khususnya di FB, Twitter dan Instagram hingga ke OKU.

Media ini merangkup sejumlah respon dari umat dan perwakilan ormas Islam di OKU Selasa kemarin (12/8).

Salah satu mantan pengurus utama Pemuda Muhammadiyah OKU, Hasrul Harahap, SE meminta designer pembuat logo HUT RI kedepannya harus diambil dari berbagai suku dan agama agar simbol sepihak seperti ini tidak perlu terjadi.

"Simbol salib boleh saja jika simbol Islam atau Hindu, Budha juga di masukan karena Indonesia ini majemuk," pinta mantan caleg PKS OKU asal wilayah Ulu Ogan ini ini.

Pengurus PA 212 OKU Dompu Siburian menpertanyakan 

mengapa mereka berusaha terus dari segala sudut seperti ingin menyudutkan dan mengadu domba umat Islam dengan umat lain 

Salah satu anggota PERSIS OKU H. Kurniawan mencurigai seperti ada unsur kesengajaan dari pusat. "Kok bisa ada gambar atau simbol salib muncul di spanduk HUT RI Ke-75 dari pusat," ujarnya.

Salah satu anggota LSM di Baturaja, Iswadi meminta sebaiknya logo dari pusat itu ditolak atau minta diganti

Ketua GNPF Ulama OKU menegaskan sangat perihatin mengenai hal itu.

"Ini tandanya umat Islam selalu kecolongan karena rasa takut mereka. Allah cabut dari hati mereka, ini untuk intropeksi diri dan cambuk bagi umat Islam," tegasnya.

Salah satu tokoh masyarakat Baturaja, Johani, S.Ag

menganggap munculnya logo atau simbol itu sebagai penggiringan kearah Komunis secara halus. "Sadarkah kita terhadap simbol tersebut," ungkapnya pengurus MUI Baturaja Timur ini.

Salah satu tokoh pemuda di Baturaja, Rahmat Hidayat, SH, MKn menganggap pembuatan logo atau simbol salib di spanduk HUT RI Ke-75 dari pusat sudah membuat kacau suasana kerukunan umat beragama.

Dihubungi melalui WAnya, Kepala Kesbangpol OKU Taufik, SH sudah mengetahui permasalah itu sudah ramai diributkan di Medsos. "Dari pada kisruh sebaiknya tidak usah dicetak yang itu sehingga menimbulkan berbagai macam tafsiran," ujarnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.