Header Ads


 





Maghpir Nahkodai AGPAII Ogan Ilir


INDRALAYA,liputansumsel.com- Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Ogan Ilir, akhirnya terbentuk melalui musyawarah mufakat, oleh para Guru PAI perwakilan dari Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Isla (MGMP PAI) se-kabupaten Ogan Ilir, rabu ( 17 /2021 ) di Aula SMA Negeri 1 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.



Musyawarah dibuka langsung oleh Ketua DPW AGPAII Sumsel diwakili oleh Silmanuddin, M.Pd.  dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya musyawarah dan mengajak guru PAI untuk selalu menguatkan agar adanya sinergitas antar sesama guru PAI.


Dalam musyawarah tersebut menghasilkan rekomendasi kepada pengurus yang terpilih untuk memperhatikan dan menerima aspirasi guru PAI dalam menuntut haknya.



Hasil keputusan musyawarah juga meminta pengurus segera mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelantikan, seperti audiensi dengan Bupati Ogan Ilir dan kepala kantor kemenag Ogan Ilir.



Adapun susunan pengurus DPD AGPAII Kabupaten Ogan Ilir Periode 2021 - 2026 adalah Maghpir, MPdI Sebagai Ketua, Ahmad Zulfikri. SThI MPdI sebagai Sekretaris, dan Zulainida, S.Ag sebagai Bendahara, serta telah tersusunnya kepengurusan secara lengkap.



Maghpir, M.Pd.I. merupakan guru PAI yang bertugas di SMAN 1 Indralaya, dalam sela wawancara setelah terpilih sebagai ketua mengatakan bahwa organisasi AGPAII sebagai rumah besar guru PAI merupakan wadah silaturrahmi untuk seluruh guru PAI, sekaligus tempat bertukar informasi dari seluruh tingkat satuan pendidikan TK, SD, SMP, SLB dan SMA/SMK. 



"Kita akan berusaha untuk menerima aspirasi dan memperjuangkan hak-hak guru PAI, di antaranya persoalan sertifikasi yang masih banyak belum dirasakan oleh para guru PAI," jelasnya.



 AGPAII sendiri sejak berdiri tahun 2007 sesuai visi dan misinya sebagai organisasi rahmatan lil 'alamin berusaha semaksimal mungkin untuk memperjuangkan aspirasi guru PAI, sebagai benteng peradaban Indonesia yang menciptakan anak didik tidak hanya mempunyai ilmu pengetahuan namun berakhlak mulia. 



Walaupun tugas menjadi guru itu mulia tapi harus diperhatikan juga kesejahteraan mereka, agar guru lebih nyaman lagi dalam membimbing peserta didiknya. sehingga tidak lagi memikirkan tuntutan haknya yang tidak terpenuhi. "Dengan adanya organisasi AGPAII ini, Insya Allah kita berharap akan membawa perubahan bagi para guru PAI di Kabupaten Ogan Ilir dan Provinsi Sumsel," pungkasnya.(**)



 


No comments

Powered by Blogger.