Header Ads


 

Warga Resah,Ribuan Lalat Diduga Berasal Dari Kandang Ayam


Prabumulih,liputansumsel.com--  Warga Rt 07 rw 02 kelurahan patih galung Kecamatan prabumulih Barat merasa resah ,pasalnya pemukiman warga di serang  ribuan lalat yang di duga berasal dari kandang ternak ayam di wilayah sekitar pemukiman warga.


Edi agung salah seorang warga rumahnya tidak jauh dari lokasi  kandang ayam mengatakan jika warga disini sudah merasa resah dan merasakan langsung dampak ribuan lalat ini.apalagi hari ini dirinya mengundang makan sahabat komunitas di rumah ,dan semua makanan  yang di hidangkan di kerumuni lalat.


"saya sudah melaporkan hal ini ke Pak Johan selaku ketua  Rt 7 /2 kelurahan patih galung,"ujarnya.


Edi berharap kepada pihak terkait untuk segera menindak lanjutinya,karena kalau tidak nantinya akan banyak penyakit di bawa lalat kemakanan yang kita makan.


"sebaiknya pihak terkait secepatnya menutup kandang ayam, karena tidak ada yang menguntungkan bagi waga sekitar,terutama saya  jangan kan ayam bulu ayam pun belum pernah di kasih oleh si pemilik kandang.


Ketua Rt 7 rw 2 Johan saat di hubungi melalui via telepon menjelaskan Terkait dengan banyak nya lalat di wilayah saya,sudah banyak warga yang melapor termasuk pak edi agung.


"Disini terdapat tiga kandang ayam, satu kandang ada di wilayah kita dan dua kandang di luar wilayah kita keberadan kandang tersebut sudah lama berdiri ada yang 5 tahun dan ada yang tujuh tahun dan ada pula sampai 10 tahun,” jelasnya.


Terkait laporan warga  sudah di tindak lanjuti,bahkan beberapa hari yang lalu pak lurah dan pak camat sudah bertemu dengan pihak kandang ayam.


"Namun pada saat Rombongan bertemu dengan pihak kandang ayam saya tidak hadir karena ada pekerjaan lain,jadi saya tidak tau hasil keputusan pertemuan tersebut,"ungkap johan.



Di lansir dari sumeks.co,Hal senada di jelaskan Lurah Patih Galung, Sopyan Hadi mengaku di sekitar wilayah tersebut memang ada kandang ayam milik warga. “Ada tiga kandang ayam, sudah lama berdiri ada yang 5 tahun dan ada yang tujuh tahun dan ada pula sampai 10 tahun,” jelasnya.



 

Disinggung apakah sebelumnya tak ada keluhan warga? Sopyan mengaku sebelumnya memang ada keluhan warga namun tidak separah seperti saat ini. “Mungkin ini karena musim penghujan ayamnya basah dan lalatnya juga semakin banyak, kotoran ayam juga sering ditumpuk,” ujar Sopyan.


Kendati demikian, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap pengusaha ayam tersebut. “Sudah kita panggil dengan kesepakatan dalam dua hari ini harus selesai masalah lalat ini. Kita juga buat perjanjian kalau memang mereka idak nanggapi apo yang kito suruh maka akan kito cabut izin usahanyo,” sebutnya berharap mudah-mudahan dengan dipanggil mereka datang mendengarkan apa yang menjadi instruksinya.


Terpisah, Rison salah satu pemilik peternakan ayam mengaku keluhan terkait serbuan lalat itu baru pertama kali terjadi sejak kandang ayam miliknya berdiri 10 tahun silam. “posisi kandang dari rumah warga jaraknya sekitar satu kilometer, kandang ini selalu kami jaga tapi tidak mungkin habis telak,” katanya.



 

Lebih lanjut Rison mengaku tidak mengetahui apa penyebab serbuan lalat tersebut. “Kami ini membersihkan kandang itu sebanyak tiga kali sejak ayam datang sampai panen, jadi kalau lalat itu berkembang di kandang agak susah tidak ada waktu dia berkembang di kandang karena selalu dibersihkan,” cetusnya.


Kendati demikian, Rison menuturkan, kedepan pihaknya akan lebih meningkatkan menjaga kebersihan kandang. “Kedepan akan lebih kami sterilkan lagi, lebih sering kami bersihkan dan perangkap lalat akan kami perbanyak,” tukasnya. (chy/win)

No comments

Powered by Blogger.