Pemkot Metro Gelar Studi Mengenai MPP ke Pemkot Palembang


Palembang, Liputan Sumsel.Com - Jajaran Pemerintah Kota Metro, Provinsi Lampung, berkunjung ke Pemerintah Kota Palembang, Jumat (17/9/2021).


Rombongan dipimpin Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, didampingi Wakil Wali Kota Qomaru Zaman, Sekda Metro Bangkit Haryo Utomo.


Mereka disambut Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa, beserta kepala OPD di lingkungan pemerintah kota, di rumah dinas wali kota Palembang.


Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin, mengatakan, selain bersilaturahmi, kunjungan mereka ini untuk belajar terkait mal pelayanan publik (MPP).


Seperti diketahui, Pemerintah Kota Palembang memilik MPP yang berlokasi di Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring. MPP di Palembang termasuk yang terlengkap di Indonesia. Di sini dilayani pengurusan administrasi dan dokumen.  


“Metro ke Palembang jaraknya sekitar tiga jam, lewat tol. Jalan perjalan kami lebih dekat dan cepat. Tidak salah kami memilih Palembang, untuk belajar khususnya terkait sistem pelayanan publik,” ujar Wahdi.


Selain itu, kata Wahdi, Metro dan Palembang punya kesamaan sebagai kota jasa. Ini memungkinkan kedua pihak menjajaki kerja sama terkait pengembangan potensi daerah.


Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa, menyambut positif silaturahmi dan kunjungan Wali Kota Metro dan jajaran, yang salah satunya untuk melakukan studi tiru sistem MPP. Mulai dari standar operasionalnya, regulasi dan lainnya.


"Kita harap silaturahmi ini sama-sama saling mengisi, untuk belajar demi kemajuan kedua pemerintah kota,” ujar Dewa.


Dari rumah dinas wali kota Palembang, rombongan Pemkot Metro bertolak ke MPP Palembang di Jakabaring.


Untuk diketahui, Mal Pelayanan Publik (MPP) Palembang diresmikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumulo, pada 27 November 2020.


Mal yang dikelola Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palembang, ini dibangun di lahan seluas 2 hektare, hibah dari Pemprov Sumsel. 


Sebelum jadi MPP, gedung ini bekas dipakai sebagai Media Center Asian Games 2018. Di MPP Palembang ada 373 layanan dari 28 instansi yang bergabung.


Yakni, Bank BNI, Bank BRI, Bank Sumsel Babel, PLN, PDAM, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, BPOM, PT Pos, PT Taspen, Pegadaian, Jasa Raharja, Kejaksaan Negeri, Polresta, Samsat, Imigrasi, Kementerian Agama, Ombudsman RI.


Ada pula Kanwil Pajak, ATR/BPN, DPMPTSP Provinsi, PUPR, BPPD Kota dan Provinsi, Kesbangpol dan Disnaker, Disdukcapil, Dinas Arsip dan Perpustakaan, serta Ikatan Arsitek dan PMI.


Hal ini menjadikan MPP Palembang menjadi MPP yang memiliki unit layanan terbanyak dan fasilitas terlengkap se-Indonesia. Di MPP juga tersedia layanan drive thru SIM dan STNK.


Mal ini, yang menggunakan gedung bekas Media Center Asian Games 2018, juga yang terluas di Indonesia. Total luas areanya 2 hektare, lebih luas dari MPP Batam yang hanya 5.000 meter persegi. MPP Kota Palembang luas bangunannya saja sudah 12.000 meter persegi. 


Ada beberapa keunikan yang membedakan MPP Kota Palembang dengan MPP lain di Indonesia. 


Antara lain adanya Anjungan Disdukcapil Mandiri (ADM) yang menyediakan fasilitas cetak Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Identitas Anak (KIA).


Ada pula layanan pijat urut tunanetra, sudut UMKM, layanan Ombudsman, layanan konsultasi ter-digitalisasi, photobooth yang terkoneksi dengan seluruh layanan, layanan konsultasi hukum, dan ruang komunitas.


Selain menyediakan layanan administrasi, perizinan dan non-perizinan, di dalam MPP Kota Palembang juga disediakan berbagai sarana dan prasarana penunjang pelayanan. 


Antara lain Drive Thru SIM dan STNK, layanan antrean terintegrasi, layanan khusus disabilitas, layanan investasi, layanan mandiri, balai nikah gratis. 


Ada pula area bermain anak, ruang laktasi, ruang rapat kapasitas gratis, arena/sudut baca, dan layanan foto digital gratis.


Keberadaan pusat pelayanan modern di Palembang, Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan, ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan administrasi, perizinan, dan non-perizinan dengan sistem yang cepat, murah, dan terintegrasi. (Rl/Al)

No comments

Powered by Blogger.