Pedagang Gorengan Bersedih, Migor Langka

# Harga Sembako  Mendadak Naik.


MUSI RAWAS,liputansumsel.com  - Salah satu penjual gorengan yang sering berjualan gorengannya pada lingkungan perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mura bersedih.


Pasalnya sejak kelangkaan Minyak Goreng (Migor) di kawasan pasar tradisional daerah Kecamatan Muara Beliti,yang susah didapat guna kebutuhan sehari-hari.


Menurut pedagang gorengan di kawasan kantor Pemkab Mura Murni (6/3) hampir satu pekan terakhir ini,dipasar Muara Beliti sudah mulai kesulitan Migor karena setiap para pedangang belum mendapatkan distribusi dari distributor.


Sehingga membuat kami para pedagang kecil gorengan merasa bersedih dan hampir putus asa,sebab menurut informasi dari para pedagang lain hanya ada di minimarket serta super market yang jual minyak goreng.


" Itupun hanya dua liter saja yang bisah dibelih dengan harga yang cukup tinggi bagi kami para pedagang kecil,sedang di tempat lain tidak ada yang jual Migor,"ucap Murni.


Lanjutnya lagi,selain dari langkahnya Migor di pasar Muara Beliti kebutuhan pokok lainnya juga ikut melambung mendadak naik seperti cabe,bawang,telor.


Akibat dari kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok tersebut saya yang menjual gorengan setiap hari hanya Rp 500 rupiah hingga menjadi Rp 1.500 rupiah.


" Dengan demikian kami masyarakat khususnya pedangang kecil sangat berharap sekali , jika ketersedian Migor dapat di pulihkan kembali," ucapnya.


Sementara itu Erma (34) salah satu ibu rumah tanggah yang berkediamam di Muara Beliti,saat mengikuti adanya operasi pasar oleh Disperindagkop Kabupaten Mura kemarin.


Untuk mendapatkan Migor saja masyarakat harus membawah kupon terlebih dahulu serta menyertakan kartu vaksin,apabilah tidak membawah dan menyertakan kartu vaksin masyarakat tidak mendapatkan Migor tersebut.


" Dan kupon pembelian migor tersebut masyarakat harus menemui pihak Kelurahan maupun Desa masing-masing dulu,apabilah sudah ada kupon boleh beli Migor,"pungkasnya.(Zul)

No comments

Powered by Blogger.