Latest Post

3 Mega Proyek Tambah PAD Kota Prabumulih

Written By Kabar Sumsel on Kamis, 18 Agustus 2016 | 05.36


Prabumulih,liputansumsel.com– 

                     
 a
Kesulitan yang di alami  (Pemkot) Prabumulih tentunya harus segera diatasi dengan cara menggali
potensi dana dari sumber – sumber yang dapat membantu, salah satunya dengan membidik retribusi dan pajak melalui pengerjaan proyek – proyek yang
berasal dari Pemerintah pusat baik dari sektor Pajak penghasilan (PPH) dan Izin mendirikan bangunan, demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), H Jauhar Fahri Ak, (17/8).

Dikatakannya, bahwa pada tahun ini ada 3 proyek besar yang dikerjakan pusat di Prabumulih yakni Pembangunan stasiun pompa berbahan bakar gas (SPBG), pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), dan Rusun sefderhana sewa (rusunawa),
“Dari 3 proyek itu, memiliki tenaga kerja yang banyak, sehingga pusat mengeluarkan biaya tak langsung untuk tenaga kerjanya senilai 5 – 15 miliar, dan berdasarkan pasal 21 UU no 32 tahun 2008 tentang PPH, kita yakni Pemkot kebagian 20 persennya,” katanya.

 Menurutnya, berdasarkan undang – undang PPH itu, jika diakumulasikan, potensi PPH yang bisa didapat oleh Pemkot sebesar Rp 5 miliar, “Berdasarkan aturan itu, kita bisa mendapatkan Rp 5 miliar, dan selama ini disetor oleh
pemerintah pusat, karena perusahaan beralasan domisili mereka bukan di Prabumulih, padahal pengerjaan proyeknya di daerah, hal semacam ini yang kita kejar,” ujarnya.

 Dijelaskannya pula, selain potensi PPH, pemkot juga membidik dari sektor IMB melalui pengerjaan proyek gas kota sebanyak 32 ribu sambungan baru,“Dari proyek gas kota ini, kan ada pipa – pipanya, yang bisa kita ambil
 IMBnya, ini juga dapat menambah keuangan kita, tentunya harus kita usahakan,” bebernya.

Jauhar lanjut menerangkan, pihaknya juga meminta bantuan dari PT Pertamina EP Aset 2 untuk menggali potensi pajak dari proyek yang dilakukannya, “Kita minta pak GM untuk memahami kesulitan kita, dan mereka siap bantu, dengan
mengerahkan vendor untuk membayar pajak ke Pemkot, yang jelas apapun kita upayakan agar PAD kita meningkat dengan menggali sumber – sumber yang baru,” tandasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Prabumulih, H Ahmad Palo SE, sebelumnya meminta agar pihak Pemkot dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan
menggali sumber – sumber yang baru, “Karena masih banyak potensi PAD yang belum tergali, kita berharap PAD kita terus meningkat,” pungkasnya. (wn/ls01).

Jalan Penghubung kebun Duren Di Ragukan Warga Kwalitasnya

Written By Kabar Sumsel on Kamis, 11 Agustus 2016 | 08.15


Prabumulih, liputansumsel.com Sejumlah warga Daerah kebun Duren meragukan kualitas Proyek
Pembangunan jalan penghubung kebun duren rt 02 rw 03 kelurahan prabumulih  prabumulih barat, yang diperkirakan menelan dana kurang lebih 400 juta yang bersumber dari APBD 2016.

pasalnya,saat proyek pengerjaan jalan dimulai,Pengamparan  Batu koral untuk pengerasan jalan sangatlah sedikit dan jarang -jarang selain itu juga tidak dipadati lagi menggunakan alat berat.
hal tersebut di ungkapkan Ida (40),salah seorang warga yg kami bincangi saat dilokasi jalan kebun Duren di rumahnya pada kamis (11/8)

hal senada di ungkapkan hilda (35) warga yang sama,menurutnya  sebelum pengecoran melihat permukaan tanah tidak rata( mengelembung di tengah)

"jadi di pinggirnya saja yang tebal namun di tengah badan jalan sangat tipis cor beton nya," ungkap Hilda

Menurut Hilda jika pembangunan jalan tersebut merupakan pengajuan warga.Hilda berharap mengatakan agar jalan yg dibangun lebih baik.
" kepada pemerintah agar pembangunan jalan harus di awasi sehingga hasilnya maksimal dan tidak sia sia,ujarnya.

Kepala Dinas pekerjaan Umum kota Prabumulih M Supi melalui sekretaris nya Juairiah mengatakan setiap pembangunan proyek ada PPTK dan pengawasnya namun Juai tidak tau siapa yang di beri kuasa di sana karna ada ratusan proyek, namun dirinya menjelaskan jika ada pembangunan proyek yang rusak nanti akan di perbaiki dan masih ada masa pemeliharaan proyek   (ls.01)

Rehab Gedung Puskes Karang Raja Di Duga Asal Jadi

Written By Kabar Sumsel on Rabu, 10 Agustus 2016 | 16.09

Prabumulih,liputansumsel.com
Rehab Gedung Puskesmas Karang Raja Kelurahan Karang raja bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran senilai Rp 357.692.000,- dan tender proyek Rehab Puskesmas yang di menangkan oleh CV Amora.

Rehab Gedung Puskesmas karang raja  diduga tidak sesuai dengan Rencana  Anggaran Biaya (RAB) juga minimnya pengawasan dari dinas terkait , diduga pemasangan instalasi listrik nya menggunakan kabel lebih kecil dari biasanya

Dari Pantauan media ini di lapangan, Rabu (10/08) terlihat para pekerja lagi sibuk mengecat gedung puskesmas karang raja, ketika di Tanya dengan salah seorang pelaksana proyek ini, pelaksana lapangan menghidar dan pura-pura  tidak tahu siapa yang punya pekerjaan  tersebut, pada hal ketika wartawan menyambangi   kuli bangunan atau perkerja mengatakan, kita kurang tahu pak soal instalasi listrik nya di pasang kabel banci, tapi kalau bapak  mau tahu silahkan Tanya langsung dengan pelaksananya saja. Ungkapnya.

Hal senada juga diungkap oleh salah seorang pegawai puskesmas karang raja mengatakan kita kurang tau mas siapa nama kontraktor  rehab gedung puskesmas tersebut, tapi kalau mas mau tahu silakan langsung ke Dinas Kesehatan saja. Jelasnya (smbr/ps01)

Pengerasan Jalan Pelangi Menggunakan Sirtu

Prabumulih, liputansumsel.com – Ironis sekali pembangunan infrastuktur di Kota Prabumulih ,banyak tidak memasang papan informasi pekerjaan, terutama pembangunan jalan Morevalen/Pelangi tepatnya tak jauh dari area belakang RSUD Kota Prabumulih, proyek pekerjaan jalan pelangi tersebut sepertinya baru selesai digarap dengan menggunakan sebuah alat berat itu terlihat saat tim awak media, pada Rabu (10/8)

Diketahui jalan tersebut sebelumnya penuh dengan semak belukar, sekarang sudah bersih dan tanahnya sudah rata, tampak para pekerja sedang menghamparkan Sertu alias Pasir bercampur Batu diatas lahan jalan yang baru selesai digarap , juga tampak papan mal untuk cor beton sudah disiapkan dikiri dan kanan badan jalan.

Proyek pekerjaan jalan pelangi ini sama sekali tidak ada papan informasi keterangan proyek sehingga proyek terkesan sembunyi sembunyi

Saat  ditanya oleh awak media kepada para pekerja yang saat itu tengah menghamparkan batu diatas tanah yang berwarna hitam dengan menggunakan cangkul dimana mereka memasangkan papan informasi pekerjaan mereka menjawab tidak tahu ,”kami disini hanya disuruh bekerja menghamparkan batu-batu ini dan memasang papan mal saja pak, mengenai papan informasi ini kami tidak tau juga kami hanya kerja,”jelasnya lugu.

Menurut seorang laki-laki yang mengaku bernama Robby (33) Warga yang sering melintasi jalan tersebut, menyatakan bahwa nama jalan yang sedang dibangun ini adalah jalan pelangi, sejak awal pengerjaan jalan ini memang tidak ada terlihat papan informasi yang terpasang disini, saya selaku masyarakat yang sering melintasi jalan ini merasa sangat senang dengan dibangun jalan ini, namun jika melihat proses pengerjaan nya seperti ini saya sangat meragukan pembangunan jalan cor beton ini dapat bertahan lama, karena tidak adanya pemadatan terlebih dahulu juga  tanah ini adalah tanah hitam yang cocok untuk dilakukan cocok tanam jika hujan lebat tanah ini akan menjadi gembur alias persis seperti bubur, ”terangnya.(ls 01)

Proyek Jalan Setapak Sindur Di Ragukan Kwalitasnya

Prabumulih,liputansumsel.com
Pembangunan Conblok jalan di kelurahan sindur,di duga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) APBD 2016,dan salah lokasi pengerjaanya.

Hal itu di ungkapkan salah seorang warga Kelurahan sindur Lukman (40)  pada rabu(10/8)

Di jelaskan lukman Padakontraan jalan dengan lebar 160 cm,panjang lebih kurang 175 meter  memakan biaya lebih kurang 400 jt tersebut kwalitas konbloknya sangat jelek. hal itu tampak saat beberapa waktu yang lalu dirinya melihat beberapa konblok dilokasi yang belum terpasang hancur dan tampak komposisi antara semen dan pasir tidak sama.lebih banyak pasir.

"biasanya konblok akan terbelah atau retak,jadi kalau hancur berarti konblok tersebut banyak menggunakan pasir di banding semen,apalagi nanti  di lewati kendaraan roda dua,saya  perkiraan tidak jalan tersebut tidak akan bertahaan lama dan hancur "ungkapnya

Lukman juga mengungkapkan bahwa terjadi kesalahan tempat lokasi pengerjaan proyek. seharusnya Jalan yang dibangun yakni  jalan setapak dusun sindur,namun dilapangan, jalan yang dibangunkan oleh kontraktor yakni jalan aster anggur.

Pantauan media ini di lapangan proyek tersebut tidak mempuai papan nama proyek padahal kepala dinas PU M Supi ketika di temui beberapa waktu lalu dirinya sudah mengiktrusikan kepada pihak kontraktor agar setiap proyek yang di kerjakan harus memasang papan proyek.(LS01)

Jalan Gajah Mada Talang Batu Belum 3 Bulan sudah Retak

Written By Kabar Sumsel on Selasa, 09 Agustus 2016 | 08.25


PRABUMULIH,liputansumsel.com
Proyek peningkatan jalan Gajah Mada di Desa Talang Batu kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) baru berumur tiga bulan jalan tersebut sudah banyak yang retak-retak.
Pembangunan jalan ini dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus(DAK) tahun anggaran 2016.
Dari pantauan berapa media online dilapangan, kondisi jalan tersebut sudah banyak retak-retak.

Menurut keterangan dari kepala Desa (Kades) Talang Batu kecamatan rambang kapak tengah Bambang Wijaya Hanafiah, ketika berbincang-bincang di kediaman nya mengatakan, untuk peningkatan jalan Gajah Mada yang menuju ke Desa Talang Batu baru saja di kerjakan

Bahkan beberapa waktu lalu ada tim Pekerjaan Umum Provinsi turun langsung mengecek kondisi pengerjaannya,ada beberapa dari mereka yang menggunakan alat bor untuk mengebor jalan tersebut

Lebih lanjut Bambang menambahkan, kondisi jalan tersebut sudah banyak yang retak-retak, sedangkan untuk jalan yang retak-retak tadi hanya di berbaiki dengan mengunakan, dengan cara disiram, dan salah lihat kemarin ada salah seorang pegawai dari dinas pekerja umum provinsi sumatera selatan (Sumsel) mengecek langsung kelapangan. Jelasnya.(ls01)
Share this article :

Masih Ada Proyek Siluman Di Tanjung Raman


Prabumulih, liputansumsel.com Pembangunan cor beton jalan Basuki Rahmat tak jauh dari masjid Al-Muttaqin desa Tanjung Raman Kota Prabumulih Diduga proyek siluman. Pasalnya proyek yang diduga  menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah dengan nilai ratusan juta rupiah itu tidak menggunakan plakat atau papan informasi keterangan tentang proyek cor beton yang telah usai dikerjakan tadi malam menurut Andre (36) warga sekitar lokasi proyek jalan tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi tim awak media dilapangan Selasa (9/8/16) ternyata, pembangunan cor beton jalan tersebut memang gelap alias tanpa keterangan, warga setempatpun yang sempat dibincangi awak media tidak dapat memberikan keterangan alias kebingungan, “Kami terus terang pak, tidak tau menahu jalan yang dibangun ini dana darimana dan siapa yang mendapatkan pekerjaan tersebut, berikut berapa besar dana yang dibangunkan ini, berapa lama masa pengerjaan, tiba-tiba saja ada yang bekerja membuat galian seperti dranase di kiri dan kanan sepanjang badan jalan, lalu mereka memasang papan mal disepanjang galian tersebut dan dimalam harinya ada beberapa mobil molen pengangkut semen coran dan menumpahkannya dijalan ini pak,”ungkap Andre polos.
  smbr (Ptroliolnline/win)
Sosial
 
Support : Creating Website | Jun Manurung | AswinArey
Copyright © 2011. Liputan Sumsel - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group
Proudly powered by Blogger