Latest Post

Cerita Tiara (26) Ahli Waris Peserta BPJS Ketenaga Kerjaan

Written By Kabar Sumsel on Senin, 26 September 2016 | 18.53



Tak Mau Menikah Lagi, Berharap Bertemu Suami di Syurga

Prabumulih,liputansumsel.com
Walaupun sudah terbiasa ditinggalkan Manda oleh suami karena suatu pekerjaan,namun kepergian suami untuk selamanya membuatnya tetap tegar dalam menjalani kehidupan. Ibu muda dengan dua anak ini akan berjuang demi masa depan anaknya meski sendirian.
Raut muka Mutiara kembali terlhat seperti biasa setelah mengikhlaskan kepergian suaminya yang mengalami kecelakaan hingga menewaskan almarhum Aries Apilla, pada saat pulang dari lokasi tempat kerja di Bandar Lampung empat bulan lalu.
warga Perumnas talang Sako Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih timur ini bertekad membesarkan ke dua putrinya meski hanya sendirian tanpa suami. “bersedih tidak akanmerubah keadaan, kasian dengan suami dialam kubur sano kalu kito idak ikhlas melepas kepergianny,” katanya saat dibicangi Koran ini ditengah persiapannya mengambil dana santunan yang akan di berikan langsung oleh Wali Kota Prabumulih Ir H RIdho Yahya MM yang didampingi Kepala Kanwil BPJS Ketenagakejraan Sumbagsel, Achamd Hafiz, Kepala Cabang Muara enim, Nolly Noer Amien dan Kepala KCP Prabumulih Sofyan Umri kamis lalu.
Memang ia menyadari sampai saat ini masih setengah kurang percaya atas nasib yang dialaminya. Apalagi informasih kepergian suami untuk selamanya tersebut hanya didapatkan dari orang lain, bukan terjadi didepan mata. Namu mau tidak mau kenyataan yang dialaminya sudah terjadi. Padahal sebelum ke Bandar lampung melihat sang suami, masih sempat membuatkan makanan kesukaan suami dengan ecangkir kopi untuk menyambut kedatangan suaminya.
“aku Cuma dapat firasat, suami datang kerumah jam 2 malam cuma untuk minta maaf, antara sadar dengan idak, aku idak pacak tedok lagi. pagi masih menyiapkan makanan dan minuman untuk menyambut kedatanganyo, soalnyo dio la duo minggu begawe, minggu ini waktunyo dio off, dio la ngomong nak balek,”tutur wanita berjilbab ini.
Namun padasaat usai mempersiapkan makanan untk menyambut kdatangan suami, tiba-tiba telpon geggamnya berbunyi, ternyata teman suaminya yang menginformasikan bahwa suaminya kecelakaan bersama bosnya diperjalanan menuj kota Prabumulih. Tanpa berfikir anjang, ia dan keluarganya langsung bersiap dapat kabar kecelakaan dan sekarang dibawa ke Rumah sakit Umum Bandar Lampun.
“tiba di rumah sakit, ternyata kami tidak sempat berbicara lagi, aku hanya disambut oleh jasad dsuami. Dak tau apo yang diraso saat itu. Rasonyo pengen melompat-lompat kesel ado tapi beruntung ado keluargo yang nenangke, artinyo duo minggu sebelum berangkat manda adalah pertemuan terakhr,” lirihnya dengan air mata yang berlinang dimatanya.
Namun ia senang, ia merasa masih dipikirkan oleh suaminya bahkan pad asaat akan meninggal sekalipun. Karena sampai saat ini ia merasa tidak ada kekurangan. Rumah yang diambilnya menggunakan KPR langsung lunas, ia langusng bekerja di peruasahaan temat uami bekerja dan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan yang jumlahnyalumayan besar untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan anak-anaknya. Untuk tidak melirik ke al lain, dana santunan sudah di deposito berjangka sehingga tidak bias diambil sembarang waktu, tujuannya memang benar-benar untuk kebutuan anak sekolah.
“dengan keadaan seperti ini, meski tanpa suami, insyaallah semua kebutuan anak-anak kerpenuhi. Bahkan aku idakpengen nikah lagi, karno Ingin dijodohkan kembali oleh Allah SWT di syurga. Karena aku pernah baco buku, idak akan ktmu lagi kalu nikah lagi dengan wong lain,”celetuknya.(*)

SUSNO DUADJI KOMITMEN TINGKATKAN PERAN PETANI INDONESIA


Jakarta,liputansumsel.com —  Kunjungan komunitas Belajasumba masyarakat Sumsel, dan Malang Jawa Timur diterima langsung oleh Tokoh Petani Susno Duadji, di kantornya, Rabu (31/08/2016).
Kehadiran A Haris, Herman, dan M Ilyas warga Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Malang Jawa Timur di antar langsung oleh Sekjen TP Sriwijaya H.F.R.Ghanty Sjahabudin.
SUsno Duadji 03
Dihadapan komunitas Belajasumba, mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Susno Duadji didampingi Sekjen TP Sriwijaya H.F.R.Ghanty Sjahabudin, menyikapi positif setiap masukan masyarakat atas kepedulian dan perhatian terutama komunitas belajasumba masyarakat Sumsel dan Malang Jawa Timur akan masa depan pertanian di Indonesia.
Dalam rangka silaturahim itu, banyak wejangan dan sumbang saran yang disampaikan beliau dalam menyikapi pertanian di tanah air, khususnya di kampung halaman Susno Duadji, Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Susno DUadji 02
Pensiun dari Kepolisian, Susno Duadji, memilih menekuni aktivitas pertanian yang pernah dijalaninya semasa kecil dilahan peninggalan orang tuanya.
“Daerah Pagar Alam yang berada dikaki gunung Dempo, memiliki udara sejuk dan bersih, pernah mengalami masa kejayaan perkebunan karet, seperti kabupaten Muara Enim, Lubay, OKU dan Muba.”Ujar Susno Duadji.
Dijelaskan bahwa di tahun 1950 – 1970, rakyat Sumsel mengalami masa kejayaan dibidang pertanian karet dan balam karena harga karet mentah mencapai harga tertinggi sehingga tingkat kehidupan masyarakat sejahtera. 
Sebagai anak petani, saya menyadari betapa suburnya alam Indonesia jika dikelola dengan bijak dan tepat sasaran.
Bijak berarti mampu kelola lahan yang tersedia luas dan subur dengan cara menanami tanaman yang produktif, seperti padi, karet, sawit, sayuran dan buah-buahan sehingga terjaga kelestarian dan ekosistim alam.
Sedangkan tepat sasaran memiliki arti yang luas, dimana memanfaatkan hasil pertanian secara maksimal yang dimulai dari penataan lahan-lahan yang subur, mendapatkan bibit tanpa susah payah, distribusi pupuk yang terjamin persediaannya, dan pemasaran hasil panen dengan harga  yang sesungguhnya tanpa campur tangan tengkulak sehingga tingkat kesejahteraan petani meningkat.
“Jika pertanian dikelola baik dan disesuaikan dengan wilayah masing-masing, maka Indonesia tidak akan pernah lagi menjadi pengimport beras dari negara lain.”Ujar Susno Suadji didepan perwakilan Balajasumba.
“Indonesia sangat indah, kaya, dan tanahnya subur. Sejak nenek moyang kita, sudah mengenal yang namanya pertanian. Dari hasil pertanian itu, kita dapat menjadi bangsa terkenal dengan limpahan hasil rempah-rempah sehingga jadi incaran bangsa lain,”Ujar Susno Duadji, Rabu (31/08/2016) diruang kerjanya.
“Mengapa tidak kita kembangkan dan perluas pertanian hingga seluruh pelosok Indonesia. Saya bangga menjadi anak petani, sehingga selepas pensiun dari kepolisian saya kembali merasakan aroma padi yang sedang mengkuning dan siap panen.”tuturnya.
Petani Indonesia memiliki kemauan yang kuat dan keras dalam bercocok tanam. Namun saat ini kita sangat prihatin bagaimana kehidupan petani dengan hasil panennya. Mereka tidak mendapatkan harga terbaik karena distribusi pemasarannya lebih banyak dikelola para tengkulak yang lebih banyak meraih keuntungan.”Pungkas Susno Duadji yang juga Ketum TP Sriwijaya.
sumber(media bayangkara)

PWI Protes Sikap Penyidik Polres OKI

Written By Kabar Sumsel on Minggu, 25 September 2016 | 06.41


*Terkait Pemanggilan Wartawan Sebagai Saksi
PALEMBANG I Persatua Watawan Indonesia (PWI) Ogan Komering Ilir menyampaikan protes kepada kepolisian resort (Polres) OKI yang memanggil seorang jurnalis salah satu media online di Sumsel bernama Eko Syaputra lantaran, pemberitaan dugaan pemerasan kepada sejumlah kades di Kabupaten OKI yang dilakukan oleh oknum wartawan.
PWI mengingatkan, berdasarkan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, jurnalis memiliki Hak Tolak. Menurut  pasal 1 butir 10 UU tersebut, hak tolak adalah Hak yang dimiliki wartawan karena profesinya untuk mengungkap keterangan atau identitas narasumber yang dirahasiakan. Sedangkan menurut pasal 4 ayat (4), Hak Tolak digunakan dalam hal jurnalis dimintai pertanggungjawaban hukum atas karya jurnalistiknya. 
Penjelasan pasal 4 ayat (4) mengatakan Hak Tolak diberikan kepada wartawan untuk melindungi sumber informasi. Hak tersebut dapat digunakan apabila jurnalis dimintai keterangan pejabat penyidik atau menjadi saksi di pengadilan. "Hak Tolak hanya dapat dicabut oleh pengadilan dengan alasan demi ketertiban umum dan demi keselamatan negara," kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) OKI, Endri Irawan melalui Sekretaris PWI, Idham Syarif
Untuk itu, PWI mengingatkan, agar penyidik di reskrim polres OKI untuk menghormati Hak Tolak jurnalis  yang memuat berita tersebut. Hal ini agar jurnalis tetap dapat bekerja secara independen dan imparsial, tanpa perlu merugikan narasumber.
Hak Tolak ini penting agar wartawan tidak diperalat untuk menjerat seseorang. Pejabat penyidik maupun polisi tidak boleh meminta keterangan. "Jika jurnalis memberikan keterangan yang dapat digunakan untuk menjerat narasumber, hal ini akan merusak kepercayaan narsumber terhadap jurnalis. Agar kehadiran jurnalis tetap dapat diterima oleh siapapun, maka jurnalis tak boleh memberi keterangan untuk menjerat pihak-pihak lain,"terangnya
PWI juga menyesalkan adanya pemanggilan oleh pihak penyidik polres OKI terhadap wartawan terkait karya jurnalistik yang mereka buat.
“Sudah jelas diatur di dalam UU Pers bahwa wartawan memiliki hak tolak untuk dimintai keterangan oleh penyidik tapi kenapa mereka masih memanggil wartawan tersebut, seharusnya mereka pihak penyidik melakukan konsultasi terkait permasalahan tersebut baik itu kepada organisasi wartawan ataupun dewan pers,”sesalnya.
Sementara itu, praktisi hukum, advokat, M Edy Siswanto SH mengatakan, terkait pemanggilan salah satu wartawan yang bertugas di Kabupaten OKI sebagai saksi atas karya jurnalistiknya. Edi menilai penegak hukum di Polres OKI tidak mengerti hukum, sehingga melanggar hukum, karena jelas dalam undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers. Selain diatur dalam UU Pers, dasar hukum hak tolak juga terdapat dalam pasal 50 KUHP yang menegaskan bahwa, “mereka yang menjalankan perintah UU tidak dapat dihukum,”.
Menurutnya, dalam menjalankan tugas jurnalistik pers menjalankan amanat UU Pers, sehingga berkonsekuensi tidak dapat dihukum ketika menggunakan hak tolaknya. “Pasal 170 KUHP yang berbunyi, mereka yang karena pekerjaan, harkat atau jabatannya diwajibkan menyimpan rahasia, dapat minta dibebaskan dari kewajiban untuk memberi keterangan sebagai saksi, yaitu tentang hal yang dipercayakan kepada mereka,” pungkasnya.
Ditambahkannya, Kepada aparat penegak hukum perlu diingatkan bahwa tugas utama wartawan adalah mencari, mengelolah, dan menyebar luaskan informasi. “Aparat hukum sedapat mungkin menghindari memanggil wartawan untuk dimintai keterangan atau menjadi saksi, jika informasi yang telah dicetak atau disiarkan di media massa dirasakan bisa menjadi bahan mengusut kasus,” katanya.(sumber /krs/ ls)

Miliki Segudang Prestasi,Prabumulih Tak berpuas Hati

Written By Kabar Sumsel on Jumat, 23 September 2016 | 19.46



PRABUMULIH, liputan sumsel- Meski telah banyak mendapat penghargaan tingkat Nasional dan Pengakuan beberapa lembaga tinggi Negara terkait pencapaian yang diraih Pemerintah Kota Prabumulih ternyata tidak membuat Walikota Ridho Yahya berpuas diri. Pemerintahan yang dikendalikannya bersama Wakilnya Andriansyah Fikri masih ternyata punya mimpi besar untuk memajukan Kota Bumi Seinggok Sepemunyian itu.

Dibincangi seusai meresmikan kegiatan pelatihan kecakapan kerja yang diselenggaran oleh Dinas Pendidikan Kota Prabumulih di gedung Kesenian siang tadi Jumat (23/09/2016), Ridho mengaku belum puas meski banyak pihak yang memuji Pemerintahannya.  

"Termasuk Gedung ini (Gedung Kesenian di Kawasan Rumah Dinas-red). Dulunya Gudang yang kesannya angker. Direnovasi sedikit saja sudah berubah menjadi gedung yang nyaman dan respentatif untuk melakukan kegiatan yang digelar oleh pemerintah Kota Prabumulih. Tercatat saat ini ada dua gedung yang sudah dimiliki oleh Pemerintah Kota Prabumulih untuk menggelar acara. Satunya Gedung Out Door yang saat ini sedang direnovasi dan Satunya lagi Gedung In Door yang kita tempati sekarang. Jadi apabila musim hujan, kegiatan bisa dilakukan di In door dan sebaliknya jika cuacanya bagus bisa menggunakan out door.Yang pasti, demi masyrakat, seluruh fasilitas sudah dilengkapi oleh Pemerintah" ujarnya.

Dikatakan, Yang tidak kalah penting yang perlu diketahui masyarakat adalah, Dengan adanya gedung kesenian ini, tercatat Kota Prabumulih 8 kali berturut-turut menjadi juara satu lomba seni di tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Jadi kalau dibidang seni, Kota Prabumulih tidak perlu lagi untuk diragukan, ujar Ridho Yahya.

Meski Kota Prabumulih masih berusia 14 tahun tapi bisa kita lihat kota ini telah mampu bersaing dengan Kabupaten Kota di Indonesia yang jauh usianya lebih tua dari Prabumulih. Secara Nasional Prabumulih telah dinobatkan menjadi Percontohan Gas Rumah Tangga se Indonesia oleh menteri ESDM RI. Dengan itu pula ditambah banyaknya prestasi yang telah diraih oleh Kota Prabumulih, Belasan daerah Kabupaten Kota di Indonesia tertarik untuk belajar menggelar studi banding ke Bumi Seinggok Sepemunyian.

Yang Kedua Kota Prabumulih juga mendapat Percontohan tingkat Nasional yang Insya Allah akan segera masuk dalam daftar Rekor Muri yakni membangun rumah tidak layak huni tanpa menggunakan APBD. 

"Pemerintah Kota Prabumulih mampu membangun dan membedah ratusan rumah tidak layak huni dengan nilai satu rumah sebesar Rp 30 juta untuk 10 rumah tiap bulannya tanpa sedikitpun mengeluarkan dana dari APBD maupun APBN" beber Ridho Yahya.

Kenapa ini bisa terwujud? tidak lain dan tidak bukan Karna Pemerintah Kota Prabumulih telah berhasil mengubah pola kerja Birokrasinya. Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan dengan Pola kerja yang benar. Maka jika Kota Prabumulih ingin maju harus siap merubah pola kerja lama menjadi baru. Dari yang "Biar lambat asal Selamat" menjadi "cepat, tepat, Selamat".

"Program bedah rumah total Pemerintah Kota Prabumulih dengan jumlah terbanyak tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN akan segera diusulkan ke museum rekor indonesia untuk mendapatkan pengakuan. Meski kita tahu rekor ini bukan tujuan utama kita karena tujuan sebenarnya adalah gerakan peduli sesama harus menjadi sebuah gerakan budaya yang masif bagi seluruh element masyarakat Kota Prabumulih untuk berbagi mengentaskan kemiskinan di Bumi Seinggok Sepumunyian" tegasnya.(ls/pp)

Harga Tabung Gas 3kg tembus Rp.25.000,-/tabung

Written By Kabar Sumsel on Kamis, 22 September 2016 | 06.08



Prabumulih.liputansumsel.com
Mirisnya disaat Pemerintah Kota Prabumulih sedang gencar melakukan pembangunan proyek gas ruah tangga,beberapa minggu ini,Tabung gas tiga kilo (melon) mulai langka dipasaran.khususnya di kelurahan Gn ibul Keacamatan Prabumulih Timur.akibatnya, harga tabung gas tiga  meningkat drastis hingga  mencapai  25 ribu /tabung gas.

hal ini di ungkapkan salah seorang ibu rumah tangga Indri (30) warga vinasejahtera II kelurahan gunung ibul, dirinya mengeluhkan langkanya gas tabung 3kg sejak lebaran idul adha lalu.tak hanya itu harga tabung gas pun ikut naik.dari harga 18 ribu/tabung naik menjadi 25ribu/tabung.
"seharian ini saya keliling cari tabung gas,keluar masuk kampung akhirnya dapat juga cuma itu harganya 25 ribu,belum lagi keliling menggunakan motor hampir habis minyak 1liter.banyak ruginya lah" keluh indri

Terpisah,Kepala Disperindagkop kota prabumulih,Junaidah melalui kepala bagian perdagangan Idris saat di temui di ruang kerjanya kamis (22/9) mengaku hingga hari ini belum mendapatkan laporan sampai hari ini terkait naiknya harga gas 3 kg.dan beliau pun segera menelpon salah satu agen gas di jalan dempo,tapi menurutnya harga disana masih normal 18ribu/tabung.
"saya belum mendapat lapiran terkait naiknya harga tabung gas 3kg,malah baru tahu dari adik-adik wartawan ini.
namun tadi waktu saya telpon salah satu agen dijalan dempo harga agen masih 18ribu/tabung.tapi distribusinya sangat cepat begitu ada kiriman  tidak lama sudah habis," ujar Idris

Idris berjanji akan segera menurunkan tim untuk mencari tau penyebab terjadinya kelangkaan tabung gas 3kg yang mengakibatkan terjadi kenaikan harga tabung gas 3kg.(LS01

150 H Lahan Di Prabumulih,Siap Di Tanami Nanas

Written By Kabar Sumsel on Rabu, 21 September 2016 | 04.58


prabumulih liputan sumsel
Dalam waktu dekat Pemerintah kota Prabumulih akan mendapat Bantuan 2juta  bibit nanas Varietas queen dari Dirjen hortikultura kementrian Pertanian.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih Drs Syamsul Rizal.SP.Msi saat dibincangi Liputan Sumsel (21/09)

Menurut Syamsul,saat ini Pihaknya telah menyiapkan lahan seluas  150 hektar yang tersebar di 6 kecamatan yang berada di kota Prabumulih.
"Nanas tersebut  ber varietas queen,saat ini sedang tahap persiapan tender,dengan dana yang bersumber dari  APBN," ujarnya.

Masih dijelaskan syamsul, Penyerahan bibit nanas  rencananya akan dilakukan sekitar bulan oktober dan november yang akan dipusatkan di Pangkul.yang akan dihadiri oleh Dirjen hortilkultura kementrian pertanian,Dinas Pertanian Provinsi Sumsel,dan kurang lebih 150 orang petani.
"Hari ini Tim dari Balai Pengujian Sertifikasi Benih (BPSB) provinsi Sumsel dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi turun kelapangan untuk  survei ke lokasi perkebunan nanas," jelasnya.
Syamsul mengatakan jika Dinas pertanian Prabumulih siap memfasilitasi mencarikan tempat penjualan nanas.
"namun jika petani mempunyai chanel sendiri untuk penjualan,ya itu lebih baik," pungkasnya.(Ls/01)


Siapa Poling Tertinggi Pilkada Kota Prabumulih 2018 ?

Written By Kabar Sumsel on Senin, 19 September 2016 | 15.55


PRABUMULIH, liputansumsel.com-Tak terasa Pemilukada Prabumulih akan kembali berlangsung. Dijadwalkan pada tahun 2018 nanti, Prabumulih akan kembali memilih pemimpinnya. Suhu Politik di Prabumulih, mau tidak mau akan meningkat.

Apa saja yang dilakukan oleh para calon Walikota dalam menghadapi pesta demokrasi itu. Hingga saat ini, sudah banyak calon Walikota yang mulai gencar mensosialisasikan keinginannya, walaupun masih malu-malu dan berkedok kegiatan kemasyarakatan. Memasang spanduk pun tak luput jadi salah satu ikon sosialisasi mereka. Dan gencar menghadiri undangan.

Para calon yang sudah mempersiapkan akan maju Pilkada Prabumulih 2018 yakni Petahana Ir H Ridho Yahya MM (Walikota Prabumulih), DR Drs H Rachman Djalili MM (mantan Walikota Prabumulih), Ir Hanan Zulkarnain (mantan Wakil Bupati Muara Enim), Adi Susanto (Anggota DPRD Prabumulih), Robby Kurniawan SSTp MSi (Plt Sekda PALI), Ahmad Palo (Ketua DPRD Prabumulih), H Adriansyah Fikri SH (Wakil Walikota Prabumulih), TR Hulu (mantan Anggota DPRD Prabumulih), dan H Rizal Kennedi (Anggota DPRD Provinsi Sumsel).

Hanan Zulkarnain pun tampaknya tak malu malu mengungkapkan keinginan dirinya akan bertarung lagi di Pemilukada Prabumulih 2018.

Mantan Wakil Bupati Muara Enim Ir H Hanan Zulkarnain, Minggu (18/9) mengatakan dirinya tidak menampik bakal maju kembali pada Pilkada Prabumulih 2018 nanti. “Bila masyarakat Kota Prabumulih menghendaki dan mendukung saya, maka saya selaku putra daerah siap maju calon walikota Prabumulih 2018,” tegas Hanan.

Bahkan, dirinya saat ini sudah melakukan survey untuk Pilkada nanti. “Persiapan harus matang, saya tidak ingin terulang kekalahan kembali. Bila survey saya tinggi, saya tidak akan mundur lagi mencalonkan diri sebagai Walikota Prabumulih,” jelas Hanan yang juga Dewan Penasihat Pemekaran Kabupaten Gelumbang ini.

Hanan mengakui, dirinya sudah melakukan komunikasi dan lobi politik kepada petinggi parpol.

“Ya, maju Pilkada itu harus banyak dukungan baik itu partai politik dan masyarakat,” ungkap Hanan.

Dikatakan Hanan, dirinya juga sudah ketemu dengan para tokoh-tokoh politik Kota Prabumulih. “Beberapa hari lalu, saya bincang-bincang dengan tokoh politik Prabumulih membahas mencari figur pemimpin Prabumulih kedepan,” imbuh Hanan. 

Lebih lanjut, ia mengharapan bila dirinya mencalon kembali pada Pilkada Prabumulih 2018 nanti agar masyarakat seluruh lapisan Prabumulih untuk dapat mendukung. “Tanpa dukungan masyarakat, tidak mungkin saya bisa sukses dalam Pilkada nanti,” tandas Hanan.

Di lain pihak, Mantan Walikota Prabumulih DR Drs H Rachman Djalili MM menuturkan keinginan ada untuk maju kembali mencalonkan diri sebagai walikota Prabumulih. “Kita lihat saja nanti maju apa tidaknya saya calon Walikota Prabumulih,” tegas Rachman.

Saat ini, diakui Rachman, dirinya masih fokus menjadi anggota DPRD Provinsi Sumsel. “Saya masih harus banyak berbuat lagi untuk masyarakat. Apalagi Prabumulih itu daerah pemilihan (Dapil) saya. Jadi saya harus banyak memperhatikan masyarakat Prabumulih,” pungkas politisi PDIP ini.

Rahman mengisyaratkan harus adanya dukungan partai dan juga dukungan masyarakat. "Saya siap kalau masyarakat menginginkan saya memimpin kembali. Disamping itu juga menunggu keputusan PDI-P," tegas Rahman.

Anggota DPRD Prabumulih Adi Susanto bahkan dengan jelas sudah menyatakan diri siap mencalonkan diri sebagai Walikota Prabumulih.

“Saya siap maju Walikota Prabumulih 2018,” ujar Adi.

Pendekatan dan komunikasi politik terhadap calon lain yang akan maju pun sudah dilakukannya.

Masyarakat Prabumulih sudah banyak memberikan dukungan terhadap dirinya agar maju menjadi Walikota Prabumulih mendatang. Ia bahkan sudah menggelar survey independen dan hasilnya membuat dirinya makin optimis maju Walikota Prabumulih. Ia pun sudah melakukan lobi-lobi poltik.

Adi menyatakan dirinya sudah banyak berbuat untuk masyarakat.

Sekretaris DPW PPP Sumsel Rizal Kenedi pun mengaku siap jika dicalonkan partainya maju dalam Pemilukada Prabumulih 2018.

“Saya taat akan keputusan partai. Bila partai meminta saya maju walikota Prabumulih saya siap,” tegasnya. Menurut Rizal, semakin banyak calon yang maju dalam Pemilukada Prabumulih semakin bagus. "Masyarakat semakin banyak pilihan," katanya.

Partai PKPI Prabumulih sudah mempersiapkan calon Walikotanya yaitu TR Hulu SH-mantan anggota DPRD Prabumulih. Menurut Hulu, penentuan dirinya sebagai calon yang diusung PKPI karena telah melalui proses pendataan elektabilitas dan kapabilitas tokoh masyarakat yang dilakukan tim investigasi internal PKPI.

"Keputusan ini telah mendapat persetujuan DPP PKPI Sumsel dan Pimpinan Pusat PKPI di Jakarta. Jadi saya siap maju Pilkada Prabumulih," ujarnya beberapa waktu lalu.

Petahana Walikota Prabumulih H Ridho Yahya pun membuat pernyataan mengejutkan jika dirinya tak didukung Partai Golkar dalam pemilukada Prabumulih mendatang, ia akan maju dari calon perseorangan.

Ridho mengungkapkan, dirinya mempersilakan jika ada calon lain yang bisa mengangkat citra Partai Golkar. Mengingat dalam pilkada bukan hanya partai yang jadi patokan, tapi dari calon itu sendiri. “Kalau ada yang lebih hebat dari saya ya silakan, tapi kalau masih di bawah kita, ya sayang saja. Sebab, membuat partai jadi wibawa itu bukan sembarangan. Kalau cuma maju-maju saja, semua juga bisa. Jadi saya masih menunggu keputusan partai Golkar saja untuk pencalonan diri,” tegas Ridho.

Nama Robby Kurniawan Plt Sekda PALI pun masuk menjadi Calon Walikota Prabumulih.

Sumber yang dekat dengan Plt Sekda Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Robby Kurniawan yang enggan namanya ditulis dalam media mengatakan bahwa Robby Kurniawan berniat akan maju Pilkada Prabumulih. “Beliau (Robby Kurniawan, red) pernah bincang-bincang dengan saya. Ada keinginan maju Pilkada Prabumulih nanti,”  ujarnya.

Menurut sumber tadi, Robby Kurniawan sebetulnya orang Prabumulih.

“Pak Robby itu orang Prabumulih juga, keluarganya banyak di Prabumulih,” pungkasnya sambil mengatakan Robby Kurniawan orang dekat Gubernur Sumatera Selatan.

Robby menurutnya layak untuk memimpin Kota Prabumulih. Dengan pengalaman yang dimiliki Robby yang juga pernah menjadi Penjabat Bupati OKUS, menjadi salah jejak rekamnya.

"Pendekatan Pak Robby dengan calon Walikota yang akan maju dalam Pemilukada Prabumulih sudah dilakukan," terangnya. Namun sumber tersebut mengelak tak mau menyebut siapa yang sudah didekati Robby. "Tak etislah saya sebut nama," pungkasnya.(ls/kbrs)
Sosial
 
Support : Creating Website | Jun Manurung | AswinArey
Copyright © 2011. Liputan Sumsel - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group
Proudly powered by Blogger