Latest Post

Diacuhkan Plt Ilyas , Korban RSUD OI Ini Muntab

Written By Kabar Sumsel on Selasa, 28 Maret 2017 | 18.42



# Korban Sakit Hati di acuhkan, ditambah 2 bulan belum gajian 

OGAN ILIR. Liputansumsel.com -Satu dari 7 orang tenaga medis, korban reruntuhan atap gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Adi Chandra (25) korban dengan luka terparah ini mengaku di acuhkan Plt Bupati OI Ilyas Panji Alam


Bak pribahasa asal OI. "lain tebok lain yang benana ; lain yang di tanya lain pula jawaban. Adi Chandra menyebutkan Plt Bupati OI Ilyas Panji Alam lebih mementingkan melihat kondisi reruntuhan bangunan ketimbang melihat para korban 

"  usai apel senin pagi dia (Plt.RED) berkunjung kesini. namun sayang nya bukan untuk melihat kondisi kami. malah melihat reruntuhan bangunan. memang pagi hari setelah peristiwa malam itu, di ruangan rawat tinggal saya sendiri. korban lain sudah di jemput keluarganya. jujur. diacuhkan Plt saya sangat kecewa, sakit hati atas sikap nya yang tak peduli." Katanya. Selasa (28/3/2017) 

Warga Lingkungan II RT IV Kelurahan Tanjung raja Kecamatan Tanjung raja berulang kali mengaku sangat sakit hati dengan sikap Plt tersebut. 

" kecewa hingga muntab. lihat kek apakah kami masih ber-nyawa atau tidak. atau sekedar bertanya bagian mana yang luka. paling tidak basa basi saja walau sebentar." sambung nya. 


Kecamuk perasaan tersebut, semangkin menjadi jadi. Pasalnya sudah dua bulan belum menerima uang honor/ insentif. lanjut nya. Karna hasil Rongent nya baik, Adi Chandra di suruh pulang alias rawat jalan dan diberi uang sebesar Rp 200 ribu oleh Direktur RSUD, Drg Irma 

" kata bu direktur uang nya untuk Urut (pengobatan alternatif) Mungkin pribadi dia, walaupun sedikit. ini bentuk perhatian ibu direktur. Kami minta pihak terkait segera menindaklanjuti persoalan ini. Jujur selain luka di sekujur tubuh saya trauma dengan peristiwa yang kami alami." tutupnya. (Reza)

Diknas PUBM Minta Maaf

Written By Kabar Sumsel on Senin, 27 Maret 2017 | 19.54

* Terkait Pengancaman Pol-PP Kepada Wartawan

MUSIRAWAS, Liputan Sumsel.com,-Oknum Pol PP Musi Rawas, A.Jumari dan Kadis PUBM H Aidil Rusman memenuhi somasi yang disampaikan Wartawan Media online Liputan Sumsel dan Beligatnews.com Firmansyah Anwar dan Muhammad Kamil.
Foto: Kamil dan anggota
Pol-PP bersalaman

Didampingi Kadis H Aidil Rusman, Jumari mengakui kesalahannya dan meminta maaf serta meminta permasalahan ini tidak dibawa keranah hukum.

Pernyataan bersalah dan permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh A Jumari didampingi Kadis PUBM, H Aidil Rusman dan sekretaris Azhari, Senin,(27/3) sekitar pukul 11.00 WIB.

Pihak Dinas PUBM juga menyetujui permintaan maaf tersebut disampaikan melalui dua media online selama 7 hari berturut turut.

Dikatakan A Jumari, insiden dugaan pengancaman terhadap dua wartawan dan satu bagian iklan tersebut,murni kesalahannya secara pribadi serta tidak ada unsur perintah siapapun apalagi atas perintah kepala dinas.Untuk itu dia meminta maaf dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Dia mengatakan kejadian itu karena ketidaktahuannya tentang tugas dan fungsi jurnalis dan hanya sebuah mis komunikasi.

“Atas kejadian itu aku meminta maaf yang sebesar besarnya kepada awak media Liputan Sumsel.com dan beligatnews.com.

Kejadian ini murni spontanitas, tidak unsur adanya perintah dari kadis bahkan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kadis. Sekali lagi secara pribadi dan sebagai anggota Pol PP aku minta maaf,”kata Jumari.

Sementara itu H Aidil Rusman, atas nama pribadi dan  Dinas PUBM Musi Rawas juga meminta maaf kepada kedua wartawan serta kepada managemen Liputan Sumsel.com. dan Beligatnews.com

Dikatakan H Aidil, permohonan maaf itu disampaikan karena bersangkutan bertugas di Dinas PUBM, yang tentunya mau tidak mau tak luput dari pengawasannya sebagai kepala dinas.

“Atas nama pribadi dan dinas PUBM, saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar besarnya dan kedepan saya akan melakukan pengawasan yang lebih ketat lagi terhadap Pol PP yang bertugas di PUBM,”kata Aidil.

Dengan adanya pengakuan bersalah dan permintaan maaf dari Jumari ke pada  Liputan Sumsel.com melalui media bearti permasalahan ini sudah dianggap selesai dan tidak perlu dilanjutkan lagi keproses hukum.

“Dari awal sudah kami sampaikan, bahwa kami tidak akan melanjutkan permasalahan ini hingga kejenjang berikutnya apabila bersangkutan mengakui kesalahan dan meminta maaf melalui media selama 7 hari berturut turut. Apalagi Jumari berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahannya bukan hanya kepada kami tapi kepada seluruh awak media,”katanya. (Camiel coesar)

Warga Sampaikan Tumpukan Aspirasi kepada Rusdi Tahar

OGAN ILIR. Liputansumsel.com - Bertumpuk aspirasi masyarakat ditipkan kepada anggota DPR Provinsi Sumsel Rusdi Tahar,SE. saat reses tahap I untuk dapil III (OI-OKI) yang di gelar di kantor DPD PAN OI KM 32 Kecamatan Inderalaya Utara. Senin (28/3/2017) 

Satu-persatu perwakilan warga dari puluhan desa menyampaikan aspirasi langsung kepada putra Arhandi Tabroni tersebut. mulai dari permasalahan Rumah Tak Layak Huni (RTLH), Infrastruktur jalan provinsi yang rusak hingga bantuan tenda dan kursi per desa. 

Namun tak lama lagi. menurut Rusdi Tahar sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) RTLH yang tersebar di 10 desa dalam 4  kecamatan segera mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 juta per KK

" Rp 15 juta  per KK diharapkan kan mampu memperbaiki rumah reot. rumah beratap matahari. Rumah yang nyaris roboh dan rumah papan yang lapuk" kata Ketua DPD PAN OI ini. 

Melalui aspirasi anggota DPR RI Hanna Gayatri ini. rumah-rumah mereka diharapkan dapat benar benar sangat layak untuk di huni. 

" percayakan urusan sosial masyarakat di kementrian dan sebagai nya kepada beliau (hanna gayatri.RED)."  Terangnya 


Tak hanya itu, Tahar menjanjikan akan menyampaikan ke pemerintah Provinsi Sumsel permasalahan infrastruktur jalan di ruas Tanjung Raja-Muara Kuang. Tanjung Batu-Muara Enim 

" Jika tak di tanggulangi segera. Perekonomian warga akan terganggu. karna hampir 90 persen masyarakat di sana hidup dari hasil bumi. seperti petani karet dan petani bahan komoditi." tutup tahar


Dihimpun, 10 desa yang kebagian RTLH berasal dari kecamatan Rantau Alai, Kandis, tanjung Batu dan Payaraman. Tahar berjanji akan mewujudkan aspirasi keamanan, lampu jalan, persoalan konflik agraria. serta bantuan wirausaha dan bantuan kelompok usaha serta tenda dan Kursi yang di usulkan warga. (Arza) 

Porsaid : Minta Cyber Pungli Ogan Ilir Beraksi

Written By Kabar Sumsel on Minggu, 26 Maret 2017 | 22.45


OGAN ILIR. liputansumsel.com-Kabar sokongan SKPD Pemkab Ogan Ilir (OI) untuk suksesi pernikahan sopir Plt Bupati OI Ilyas Panji Alam sedang hangat di pemberitaan sejumlah media. Sehubungan dengan itu, anggota DPRD OI dari Partai PPP Porsaid Abdullah meminta tim cyber pungli OI ber aksi. Jika memang benar benar terbukti.

" Mana cyber punglinya?apakah mandul? Jika terbukti pungli. ini tidak bisa di benarkan ". Kata Porsaid. Minggu (26/3/2017)
Disinggung soal adanya dugaan pungutan liar (pungli)  "sumbangan" dari SKPD lebih dari Rp 5juta per dinas, ia mengatakan sampai sejauh itu belum termonitor, namun jika terbukti hal tersebut sangatlah tidak pantas. 

"nikah kok dipatok sumbangan. per orang atau per skpd berapa, kalau mau nyumbang ya terserah merekalah. Mau kasih hadiah apa atau mau nge amplop berapa jangan ditakar. Apalagi hadiah Rp1juta hingga Rp 5 juta per amplop. Bikin geleng geleng kapala."ujarnya.(arza) 

Di Duga Oknum Kadin Oi Lakukan Pungli

#Diduga untuk suksesi resepsi pernikahan sopir Plt Ilyas Panji Alam.


OGAN ILIR. Liputansumsel.com -Dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan PNS Pemkab Ogan Ilir (OI) kian merajalela. setelah heboh pemberitaan dugaan potongan GU dan UP. Kini heboh dugaan pungli berbentuk sokongan alias sumbangan di SKPD Pemkab OI.


Kabar-kabari, dugaan sementara. sumbangan yg di giat oleh oknum kepala Dinas tersebut di peruntukkan suksesi hajatan resepsi pernikahan Iwan, sopir Plt Bupati OI Ilyas Panji Alam di Gedung Pendopoan Bupati OI. Tanjung senai (26/3/2017)


salah seorang PNS di salah satu SKPD Pemkab OI, sebut saja bunga melati (bukan nama sebenarnya). ia dan rekan-rekan se-kantor nya di mintai atasanya (oknum kepala dinas) untuk menyumbang sejumlah uang. setelah tang ting tung. Uang kumpulan di bidang tempat nya bekerja terkumpul Rp 1 juta.



Walau sempat menjadi gerutuhan sesama rekan PNS. Namun apa daya bunga melati dan rekan kerja sejawat tidak bisa menolak. Kepada wartawan, Sabtu (25/3/2017) melalui chat Whatsapp (WA) bunga melati menanyakan prihal untuk siapa peruntukkan hasil sokongan sebesar Rp 1 juta tersebut di diberikan.


Kutipan Chat WA.



" sapelah (siapa)  yg (yang) nikah d (di) senai (komplek pemkab OI) gisuk (besok) Krn (karna) q (aku) ktek (katek) undangan Tp (tapi) d (di)  pintak (minta) sokongan sekebat (sejuta) dr (dari) kntr (kantor). Pejabat ap (apa) yg (yang) resepsi itu." Tanya bunga melati di chat WA


Masih kata bunga melati. Dalam chatting, ia mengaku kaget di mintai sokongan. Bahkan bunga melati mengkalkulasikan Rp 1 juta itu hanya untuk satu bidang satu kantor saja. sementara dalam satu kantor bisa mencapai 3 hingga 4 bidang. seperti bidang program dan bidang bidang lainya. Kalau di kumpulkan ditambah dengan sokongan kepala dinas bisa mencapai puluhan juta.


" sokongan sejuta itu baru dari bidang kami bae. Siapa pejabat yang resepsi. kami dak diundang tapi dimintai uang." Nk gileeee  (sudah gila) .Duit dari manee oiii.(mana). Kl (kalu) lbh (lebih) om Krn (karna) per bidang yg (yan) sekebat tuuu..amun (kalau) sekantor sm (sama) kadin (kepala dinas) Kl nk (bisa saja) sepuluh kebat (sepuluh juta) .Alngkn lemak (enak sekali) jd (jadi) sopir PLT itu oii..MK mne (bagaimana) men (kalau) Ank (anak) PLT (Plt) yg (yang ) Acr (acara) .dk (dak) tebayang Aq (aku) brp (berapa) Lg (lagi) nk (nak) sokongan." Selorohnya.


Terpisah, saat dihubungi via ponsel. Sekda OI Herman,SH sekaligus penanggung jawab kegiatan resepsi tersebut belum dapat dimintai keterangan meski Handphone dalam keadaan aktif, bahkan via sms belum ada balasan. (Arza) 

FH Universitas Palembang Gelar Kuliah Umum

Written By Kabar Sumsel on Sabtu, 25 Maret 2017 | 21.12

Palembang.Liputansumsel.com Bertempat di Laboratorium Fakultas  Hukum,sabtu (35/03) Universitas Palembang menggelar Kuliah Umum. acara tersebut di isi oleh H M Antoni Toha SH MH yang merupakan Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) IKADIN (Ikatan Advokad Indonesia) Sumatera Selatan sekaligus merupakan Alumni Fakultas Hukum Universitas Palembang Tahun 1993.


Acara tersebut di ikuti oleh mahasiswa mahasiswi Fakultas Hukum semester  dua, empat, dan enam. Di moderatori oleh Rizayusmanda SH MH Dekan Fakultas Hukum Universitas Palembang.

Materi kuliah umum yang ada di selenggarakan di Laboratorium tersebut meliputi Tehnik Wawancara Klien dengan Client, dimana M Antoni Toha menjelaskan tata cara menghadapi client "dimana setiap kali menghadapi para clint kita di tuntut untuk melayani dengan maksimal dan tehnik penuh kesabaran, dan memberikan pelayanan dengan maksimal kepada setiap para client yang datang untuk memakai jasa kita sebagai kuasa hukum." Ujar Antoni Toha.


Dimana H M Antoni Toha SH MH sendi sudah memulai karirnya menjadi Kuasa Hukum (Advokad) sejak mulai tahun 1994, 

Dan di percaya sebagai Ketua IKADIN periode yang Ke-7 saat ini.

Selain memberika materi Kuliah Umum acara itu juga meliputi pemberian Cindra Mata kepada H M Antoni SH MH dan di tutup dengan sesi tanya jawab dengan para Mahasiswa.(Ls/yan)

Pemkot Prabumulih Daerah Pertama di Sumsel Serahkan Laporan Keuangan ke BPK

Prabumulih, liputansumsel.com -
Pemerintah Kota Prabumulih membuat sejarah baru. Di Tahun 2017 ini, dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, Prabumulih yang pertama kali menyerahkan Laporan Keuangan Tahun Anggaran (TA) 2016 ke Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Sumsel.  Laporan Keuangan TA 2016 diserahkan langsung Walikota Prabumulih H Ridho Yahya kepada Kepala BPK Perwakilan Sumsel Maman Abdurrahman, SE MM di Kantor BPK Sumsel, Palembang, Jumat  (24/4).

Pada kesempatan itu, Walikota didampingi Kepala Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kota Prabumulih H Jauhar Fakhri dan Kepala Inspektorat Kota Prabumulih Yosef Manjam.

Walikota Prabumulih H Ridho Yahya mengatakan, penyerahkan laporan keuangan dengan cepat kepada BPK ini mempunyai dampak positif bagi Pemerintah Kota Prabumulih antara lain Pemerintah Kota Prabumulih dapat mengetahui lebih dahulu kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam laporan tersebut.

“Namun apa yang kami serahkan ini, bukan berarti kami bekerja sembarangan, kami memiliki prinsip, kerja cepat , akuntabel dan selamat. Percuma saja kalau cepat, tapi tidak akuntabel atau asal-asalan, kita sedapat mungkin  menghindari  hal-hal seperti itu,” ujar RIdho.

 Ridho juga menyinggung peran BPK dalam memeriksan keuangan. Menurutnya, peran BPK ini sangat penting dalam pemeriksaan keuangan daerah.  Pemeriksaan  yang dilakukan BPK terhadap keuangan daerah bukan berarti untuk menyalahkan kinerja  pemerintah daerah. Apa yang dilakukan BPK harus menjadi koreksi terhadap kinerja Prabumulih.

“Kita sudah komitmen, jika ada koreksi dari BPK, secepatnya akan kita perbaiki, “ tegas Ridho.
Kepala BPK Perwakilan Sumsel Maman Abdurrahman, SE MM memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Prabumulih. Ini merupakan daerah pertama di Sumsel, yang melaporkan hasil keuangan Tahun Anggaran 2016.

“Kita memang menginginkan setiap daerah berlomba-lomba untuk melaporkan keuangannya secara cepat kepada BPK,  dan Prabumulih sudah menjawab tantangan kami hari ini, “ kata Maman.

Maman sepakat dengan Ridho. Jangan sampai tantangan BPK ke daerah di Sumsel  agar cepat melaporkan keuangan ke BPK, malah menjadi asal-asalan. Menurutnya, kalau bisa dikerjakan dengan cepat, aman, dan akuntabel, kenapa harus tidak segera diserahkan kepada BPK Sumsel.

“Saya setuju dengan bapak Walikota, kalau bisa cepat, aman dan tidak asal-asalan, kenapa tidak segera bawa ke BPK,” tegas Maman.

Dia mengatakan, setelah laporan keuangan ini diterima, pihaknya akan bekerja ekstra untuk melakukan pemeriksaan. Sebab, sesuai dengan ketentuan, pemeriksaan  laporan keuangan daerah ini hanya 60 hari.”Jadi 23 Mei 2017, kami harus menyerahkan kembali laporan keuangan ini kepada pemerintah kota prabumulih  dan dewan perwakilan rakyat, ini juga menjadi tantangan kami untuk bekerja lebih ekstra lagi,” katanya. (ADVERTORIAL HUMAS PRABUMULIH)

Dikdis Jalin Kerjasama bersama Yayasam GIM

Written By Kabar Sumsel on Jumat, 24 Maret 2017 | 22.48

Musi Rawas, Liputan Sumsel.com,-Kadis Dikdis Sukamto melalui Suharto mengatakan  dalam membangun pendidikan di Musi Rawas  ini kita memerlukan suatu terobosan. "Dikdis membuka diri dalam menjalin kerja sama dengan pihak luar yang berkaitan dengan kemajuan pendidikan di Musi Rawas," katanya.

Saat ini kita baru menjalin kerja sama bersama yayasan GIM (Gerakan Indonesia Mengajar) dari ibu kota Jakarta.

Rizki Amilia duta dari Yayasam GIM saat ditemui Liputan Sumsel.com mengatakan bahwa sedang melakukan survey kelokasi beberapa sekolah dan hasil survey ini akan kita bawa ke Jakarta untuk di inventarisir.

Hasil survey ini akan kita tindak lanjuti, mungkin dalam waktu dekat ini kita akan mengajukan kepada pihak Dikdis beberapa tenaga pengajar dari yayasan GIM untuk ditempatkab di Mura, ungkapnya.

Dari hasil survey yang biasa GIM lakukan setelah data terkumpul selanjutnya kita akan mengirimkan tenaga pengajar didaerah tersebut.

" Khusus di Musi Rawas ini, akan saya usul enam orang tenaga pendidik dari yayasan GIM, tinggal pihak Dikdis yang mengaturnya dan ke enam tenaga pendidik itu nabtinya mau ditempatkan dimana," katanya

Rizki Amilia berharap kerjasama ini terus terrbina. GIM sangat berterima kasi kepada pihak penerintah dalam hal ini pihak Dikdis, katanya. (camielcoesar)

Hukum

Sosial
 
Support : Creating Website | Jun Manurung | AswinArey
Copyright © 2011. liputansumsel.com - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group
Proudly powered by Blogger