Pimpinan Baru Baznas OKU Dilantik


Baturaja,liputansumsel.com – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten OKU yang baru untuk periode 2020-2025 dilantik langsung oleh Bupati OKU Drs. Kuryana Azis di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKU pada Kamis pagi kemarin (7/1).

Melalui pantauan di lokasi, adapun Pimpinan Baru Baznas OKU yang dilantik yakni Darman Syafei, SE, M.Si sebagai Ketua, H. Abdul Karim, S.Pd.I sebagai Wakil Ketua I, Drs.H. Khaeri, M.Si, M.PdI sebagai Wakil Ketua II dan H.M.Ghufron, SKM sebagai Wakil Ketua III.

Selain dihadiri perwakilan unsur Forkompinda, hadir juga tokoh agama dan ormas Islam, pimpinan bank syariah, Camat Baturaja Timur dan Barat serta para tamu undangan lainnya.

Dalam Kata sambutannya, Ketua Baznas OKU yang baru Darman Syafei, SE, M.Si berjanji akan segera bekerja secepat mungkin membuat dan menyusun program kerja  serta melakukan pembinaan terukur dan terarah.

“Mohon arahan dan dukungannya dalam sosialisasi pentingnya zakat untuk masyarakat. Pengumpulan zakat diharapkan dapat secara optimal. Zakat merupakan ujung tombak dalam menuntaskan kemiskinan dan menumbuhkan jiwa produkti terhadap masyarakat, sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten OKU yakni untuk mewujudkan OKU yang maju dan gemilang,” ujarnya.

Dalam kata sambutannya, Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis mengucapkan selamat atas dilantiknya Pimpinan Baznas OKU yang baru.

“Dari Pemda OKU sangat berharap akan kinerja daripada Baznas OKU ini kedepan, dalam arti kata bukannya Pengurus Baznas OKU yang lalu tidak bekerja. Tapi, silahkan saudara-saudara sekalian untuk menyusun dan mengatur program kerjanya. Dalam rangka menghimpun dana-dana umat. Ini juga untuk kemaslahatan umat karena pada dasarnya kita menghimpun dana umat dan terkumpul baik dari segi bidang mana saja, maka itu dikembalikan untuk kemaslahatan umat. Namun demikian perlu saya sampaikan, dalam rangka menyusun program ini silahkan. Tapi patuhi peraturan dan perundang-undangan, bila perlu konsultasikan dengan Pak Kejari. Saya tidak mau terulang yang lalu,” ujarnya.    

Lebih lanjut H. Kuryana mengatakan untuk penghimpun dana Baznas, sumbernya sudah jelas dan pasti yakni dari seluruh masyarakat. Bukan masyarakat umum saja, juga dari lembaga negara, ASN bahkan semua pihak wajib bagi kita, khususnya Umat Islam apapun profesi dan pekerjaannya. 

“Dan memang ada aturannya, berapa besarnya. Tapi pungutan-pungutan itu harus didasari  ada payung hukumnya. Coba dipelajari dengan Bapak Kejari OKU supaya tidak ada masalah. Itu yang saya minta. BAZNAS OKU sudah berjalan semestinya dan sudah banyak yang sudah dikerjakan. Membantu orang-orang yang kurang mampu, memperbaiki dan bahkan membangun rumah. Namun kemarin ada kekeliruan sedikit dalam perjalanannya sehingga kena tegur oleh Kejari OKU agar jangan sampai ada unsur-unsur pemaksaan, tapi kalau mau sukarela silahkan. Baznas OKU merupakan mitra Pemda dalam keagamaan untuk menegakkan ibadah keagamaan kita,” lanjutnya.

Acara pelantikan Pimpinan BAZNAS OKU ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustad Drs.H. Muhammad Ali, M.Hum dari Kemenag OKU.


(Duan)

No comments

Powered by Blogger.