Diduga ada Pangkalan Nakal,Masyarakat Pedamaran Keluhkan Kelangkaan Gas 3 Kg

OKI ,liputansumsel.com-Saat ini Kelangkaan tabung Gas LPG 3kg di Wilayah Kecamatan Pedamaran sudah tidak ada lagi, namun masih dikhawatirkan masyarakat kalau nanti langkanya Tabung Gas LPG bisa terulang lagi.


Kekhawatiran masyarakat Pedamaran tidak disalahkan Karena sepekan sebelumnya sudah terjadi kelangkaan Tabung Gas LPG 3kg diakibatkan karena diduga adanya kenakalan agen Pangkalan Gas LPG 3kg yang menyalurkan tabung Gas tersebut ke Kecamatan lain, sementara untuk Kecamatan Pedamaran saja kebutuhan Gas LPG belum tercukupi.


Salah seorang warga Desa Pedamaran 3 Kecamatan setempat, Erna (42th) saat dibincangi dikediamannya Sabtu (9/01/21) mengatakan" Sebelumnya Saya sudah mencari Gas 3 kg kemana-mana, sampai  keliling ke beberapa desa untuk mendapatkan gas 3 Kg, namun sulit ditemukan, walaupun ada harganya selangit hingga tembus Rp 30 ribu per tabung."Ungkapnya.


Kemudian dilain tempat Wiwin (40th) mengatakan" Kami harapkan kepada pihak berwenang agar sekira bisa memperketat sistem pengawasan dalam pendistribusian Gas melon dan juga Harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan, dan dapat segera memberikan sanksi apabila nantinya ada pangkalan gas melon yang nakal dalam memberikan penyaluran gas melon" Harapnya. 


Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda OKI, Sahri, S.Sos saat dikonfirmasi terkait kelangkaan gas di ruang kerjanya mengatakan" Hal inilah yang menjadi polemik dalam sistem perekonomian terutama kelangkaan gas melon yang sering kali terjadi tidak hanya dikecamatan Pedamaran melainkan juga di kecamatan lain juga sering mengalami nya, padahal pasokan gas melon di distribusikan tidak pernah kurang sama sekali. Untuk kedepannya hal ini yang akan kita tindaklanjuti dan mencari cara yang tepat untuk mengatasinya" Terangnya.


Lanjutnya" Untuk dapat meningkatkan pengawasan yang lebih ketat pihak kami membutuhkan beberapa personil dan kami juga melibatkan pihak kepolisian dan Pol PP unultuk turun langsung ke lapangan, serta peran serta masyarakat juga sangat penting dalam pengawasan jikalau didapati ada pangkalan yang melakukan kecurangan maka akan kami rekomendasikan ke pihak Pertamina dan Hiswanamigas untuk mencabut izin usahanya" Tambahnya.


Ditempat terpisah Supervisor Stasiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT. Sarana Agung Gas (SAG) Muhammad Fatoni, menjelaskan bahwa pengisian gas di perusahaannya berlangsung setiap hari seperti biasa dari hari Senin sampai Sabtu. “Pengisian gas berlangsung setiap hari seperti biasa kecuali Minggu libur, kita akan isi kalau ada Loading Order dari Pertamina, dan rata-rata per hari ada 26 sampai 28 mobil, satu mobil isinya 560 tabung,” jelas saat disambangi di kantornya.


Dikatakannya, untuk wilayah Kabupaten OKI ada 8 (delapan) agen yang melakukan pengisian gas, kedelapan agen tersebut yakni, Darussalam Alam Sejahtera, Marga Pusi Putra, Lanjaran Putra Sedarah, Pramulia, Hanna Mulia Sejahtera, Mega Gas Lempuing, Guntur Gas Mandiri, dan Farisi Putra Insani.


Ditambahkannya, untuk hari-hari besar nasional seperti lebaran dan Natahru  ada fakultatif tambahan dari Pertamina.”Kalau biasanya ada 26 sampai 28 mobil perhari, maka saat lebaran dan Natahru menjadi 30 mobil per  hari, karena ada fakultatif tambahan, jadi stok gas untuk masyarakat bisa terpenuhi,” pungkasnya. (Povi)

No comments

Powered by Blogger.